Ganjar Pranowo
JAKARTA,BANSGAONLINE.com - Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo menanggapi tudingan aliansi mahasiswa BEM Bersatu terkait dugaan kedekatan Tiyo Ardianto, salah satu penggerak aksi, dengan tokoh tim pemenangannya pada Pilpres 2024.
Ganjar menilai kritik seharusnya dijawab dengan data, bukan dengan pelabelan politik.
BACA JUGA:
- Pimpinan BEM Kampus Pasuruan Raya Gelar Forum Diskusi Strategis Kawal Isu Sosial dan Pendidikan
- Wapres Ma’ruf Amin Berharap Hak Angket Tidak Berujung Pemakzulan Jokowi
- Jelang Ramadan, BEM Pesantren se-Indonesia Bagikan Sembako
- Kebakaran Jenggot soal Hak Angket, Timnas AMIN: Jika Pemilu Jurdil Seharusnya Santai Saja
"Melabeli aktivis atau warga yang kritis sebagai bagian dari kubu politik tertentu adalah cara paling mudah untuk menghindari substansi persoalan," kata Ganjar kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).
Menurut Ganjar, kritik yang disampaikan masyarakat seharusnya direspons secara substantif melalui data dan kebijakan, bukan dengan membangun narasi yang mengaitkan pengkritik dengan kelompok politik tertentu.
"Kalau ada kritik, jawab dengan data. Kalau ada masukan, respons dengan kebijakan. Jangan membangun narasi seolah-olah hanya pendukung pemerintah yang boleh berbicara, sementara yang kritis pasti dianggap lawan politik," sambungnya.
Ganjar menegaskan negara dibangun untuk melindungi hak-hak warga negara, termasuk hak menyampaikan pendapat yang berbeda dari pemerintah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




