Rabu, 16 Juni 2021 05:09

Pedagang Ubi Jalar Keliling Meninggal Mendadak, Bikin Geger Warga Jombang

Selasa, 02 Juni 2020 12:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Pedagang Ubi Jalar Keliling Meninggal Mendadak, Bikin Geger Warga Jombang
Warga yang penasaran memadati lokasi kejadian meninggalnya pedagang ubi.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Seorang pedagang ubi jalar (ketela) keliling meninggal secara mendadak di depan rumah warga yang berada di Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Selasa (02/06/20).

Dari informasi yang dihimpun, diketahui korban bernama Slamet (58), warga asal Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Pria paruh baya tersebut meninggal saat melakukan transaksi jual beli dagangannya.

Kematian pedagang ketela secara mendadak tersebut membuat heboh warga di sekitar lokasi kejadian, hingga tak ada yang berani mendekat lantaran khawatir korban terpapar Virus Corona (Covid-19). Peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Diwek.

“Tadi sebelum meninggal sempat menawarkan dagangannya, bahkan sejumlah warga juga ada yang membeli. Setelah itu, sekitar pukul 09:00 WIB, korban terjatuh dan kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia,” ucap Andis, salah satu warga sekitar.

BACA JUGA : 

Kabur Saat Ditangkap, Spesialis Curanmor di Jombang Ditembak Polisi

Bergerombol di Bawah Flyover, Belasan Remaja di Jombang Kocar-kacir Saat Dirazia Polisi

Jumat Berkah, Polisi di Jombang Berikan Bantuan kepada Warga Kurang Mampu dan Lansia di Masa Pandemi

Diduga Ilegal, Pembangunan Tower Seluler di Sidokerto Jombang Tetap Dilanjutkan

“Warga tidak ada yang berani mendekat, khawatirnya korban terpapar virus Corona. Akhirnya melaporkan kejadian ini ke polsek setempat,” imbuhnya.

Sejumlah petugas kepolisian dan petugas medis yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan. Usia melakukan olah tempat kejadian perkara, korban langsung dievakuasi petugas dengan menggunakan protokol kesehatan.

Sementara, Kades Kedawong, Anton mengatakan belum mengetahui pasti penyebab kematian korban. Pasalnya, pihak keluarga korban tak mau melakukan visum dan menginginkan jenazah segera dimakamnkan.

“Karena keluarga korban ingin memakamkan langsung maka jenazah, kita antar ke rumah duka. Namun untuk penanganan awal tetap menggunakan protokol kesehatan. Ini untuk antisipasi saja,” pungkasnya. (aan/rev)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipan...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...