Simulasi pemulasaran jenazah pasien Covid-19.
"Ya tujuannya untuk memutus atau mengurangi atau meredam mata rantai penyebaran Covid-19 di teritori tertentu," harapnya.
Ia berharap, adanya gerakan ini dapat menimbulkan kesadaran dan semangat masyarakat agar waspada terhadap penyebaran Covid-19. Selain itu, bisa membangun solidaritas, kemampuan dan kemandirian dalam rangka meminimalisir dampak sosial, ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Tadi para relawan juga melakukan simulasi prosedur protokol kesehatan terhadap warga pendatang maupun penjemputan warga yang terindikasi Covid-19. Jadi ini merupakan aksi nyata untuk menangani Covid-19 di bumi wali," paparnya.
Sementara itu, dalam simulasi itu disaksikan secara langsung oleh Ketua DPRD Tuban H. Miyadi, Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, Dandim 018 Tuban Letkol Filiala Romadhon, dan Forpimcam Senori.
Para relawan yang telah dilatih kusus tersebut memperagakan cara memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas dengan prosedur penanganan pasien Covid-19. Kegiatan simulasi diakhiri dengan tatacara pemulasaraan jenazah sesuai dengan prosedur penanganan jenazah pasien Covid-19.
"Semoga keberadaan Kampung Tangguh Semeru ini bisa berperan penting untuk ikut mencegah penyebaran Covid-19, serta membantu mengatasi dampak sosial yang timbul," tutupnya. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




