Sabtu, 11 Juli 2020 04:18

Panen Porang, Potensi Menjanjikan di Dunia Pertanian, Tiap Hektare Bisa Kantongi Rp 400-500 Juta

Sabtu, 30 Mei 2020 20:16 WIB
Editor: .
Wartawan: Herman Subagyo
Panen Porang, Potensi Menjanjikan di Dunia Pertanian, Tiap Hektare Bisa Kantongi Rp 400-500 Juta
Panen Porang di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Tanaman porang atau dalam bahasa ilmiah dikenal Amorphophallus Muelleri Blume merupakan jenis tanaman umbi-umbian. Tanaman ini kini mulai banyak diproduksi oleh warga Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek, karena memiliki nilai jual yang tinggi.

Parwanto, adalah salah satu warga Desa Sidomulyo yang tertarik menanam Porang sejak tahun 2017 lalu.

"Saat itu saya diberitahu oleh teman saya, bahwa tanaman Porang memiliki harga jual yang lumayan tinggi. Nah, dari situ kemudian saya praktikkan untuk menanam sendiri," ungkap Parwanto saat ditemui di ladang Porang miliknya, Sabtu (30/5).

Ketika awal tanam Porang, ia mengaku hanya menggunakan modal awal 4 juta rupiah untuk membeli bibit. Bibit Porang atau dikenal dengan istilah katak kemudian ditanam di lahan di pekarangan miliknya dengan luas panjang 22 x 12 meter.

Bibit-bibit itu baru memasuki masa panen, dua tahun kemudian. Hasilnya, seluruh tanaman Porang itu dibeli tengkulak dengan harga 19 juta rupiah. Selain mendapat hasil dari Porang, ia juga mendapat penghasilan tambahan dari penjualan katak atau bibit Porang senilai 2.500.000 saat itu.

Berangkat dari hasil tersebut, Purwanto kemudian berusaha memperluas lahan tanam Porang. Saat ini, ia telah menanam Porang di lahan seluas 8 hektare.

Di tiap satu hektare, ia bisa menanam 20 ribu batang Porang. Dalam dua tahun yang akan datang, ia memprediksi hasil panennya untuk tiap hektare bisa mencapai 400 hingga 500 juta rupiah.

Parwanto menyampaikan, masa panen tanaman Porang yang ideal adalah dua tahun dari sejak awal ditanam. "Cara terbaik menanam Porang adalah menjelang musim penghujan. Dan tanaman Porang ini bisa ditanam di manapun tempatnya, asal kondisi tanah tersebut tidak becek," terangnya.

Sementara Kepala Desa Sidomulyo, Wahyono mengakui jika saat ini banyak warganya yang mulai beralih menanam Porang. Bahkan, saat ini luas lahan yang ditanami Porang di Desa Sidomulyo mencapai 100 hektare.

"Penanaman Porang ini mulai digemari oleh masyarakat kami, karena harganya yang melonjak tinggi," ungkapnya.

Menurutnya harga Porang mulai melonjak tingi sejak tahun 2019 yang lalu. dengan harga per kilogram 12 ribu rupiah. Dalam waktu lima hari sekali, ada tengkulak dari berbagai daerah seperti Ponorogo dan Surabaya yang mengangkut hasil Porang ini. Ada 5 hingga 10 truk untuk sekali angkut.

Dengan hasil yang menggiurkan ini, ia lantas meminta agar Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyediakan pabrik Porang di Kabupaten Trenggalek, dengan tujuan agar harga Porang tetap stabil.

Sementara menanggapi permintaan dari Kades Sidomulyo, Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Trenggalek Ir. Agung Sudjatmiko mengatakan akan menyiapkan tiga opsi.

"Jadi opsi pertama kita bangun asetnya pemerintah daerah dan bangunannya dari pemerintah daerah. Opsi yang kedua, aset milik petani, tapi yang membangun (pabrik) pemerintah daerah. Opsi yang ketiga, aset milik Pemda, tetapi yang membangun pabrik (swasta)," kata Agung.

Menurutnya, saat ini hasil panen Porang itu dijual oleh para petani kepada pihak tengkulak. Mereka belum bisa menjual langsung ke pihak perusahaan. Sehingga harga jual dari petani belum bisa maksimal. (man)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...