Selasa, 04 Agustus 2020 12:28

​Hari Pertama Pasar Dibuka, Suasana Sepi dan Banyak Pintu Masuk Ditutup Triplek

Sabtu, 30 Mei 2020 16:57 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Hatta
​Hari Pertama Pasar Dibuka, Suasana Sepi dan Banyak Pintu Masuk Ditutup Triplek
Suasana Pasar Tradisional Tanjung, Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kurang lebih seminggu ditutup, pasar-pasar yang ada di Jember kembali dibuka untuk umum, Sabtu (30/5/2020). Tetapi pada hari pertama ini, seperti yang tampak di Pasar Tradisional Tanjung, masih banyak pedagang yang menutup lapak dagangannya.

Dari pantauan di lokasi pasar, hanya sejumlah pedagang saja yang berjualan. Namun demikian pasca dibuka kembali, diketahui ada aturan baru yang diterapkan di Pasar Tanjung tersebut.

Beberapa titik pintu masuk pasar, ditutup triplek. Bagi pembeli atau pedagang yang akan keluar ataupun masuk ke pasar diberi petunjuk menggunakan gambar tanda panah berwarna hitam.

Namun demikian dengan adanya aturan baru ini, menurut sejumlah pedagang justru membuat pengunjung menjadi kurang nyaman.

"Saya baru buka hari ini, setelah semingguan tutup. Kan sejak tanggal 23 Mei 2020 sampai 29 Mei 2020 ditutup pemerintah," kata salah seorang pedagang, Muhammad Saleh.

Saleh mengatakan, dirinya mengapresiasi tindakan pemerintah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 ini. "Apalagi kita tahu pasar tempat berkumpulnya orang, dan kita pun para pedagang juga pernah diberi sosialisasi tentang langkah antisipasi dan protokol kesehatan, seperti pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak," ulasnya.

Tapi kemudian, akibat dilakukan penutupan pasar yang terlalu lama, kata pria pedagang konveksi ini, menjadi kerugian buatnya. "Dapat uang Rp 100 ribu saja susah, ditambah lagi beberapa pintu masuk ditutup triplek besar, jadi membuat suasana pasar gimana gitu," ungkapnya.

Soleh berharap ada solusi lain, tanpa harus membuat suasana pasar jadi tidak nyaman. "Katanya juga kemarin saat penutupan ada penyemprotan disinfektan, tapi saya sering lewat Pasar Tanjung tidak ada ini. Semoga pemerintah benar-benar bekerja maksimal, bukan hanya isapan jempol saja," tukasnya.

Sementara itu, menurut Cahyadi, seorang pedagang peracangan, suasana pasar sepi pada hari pertama pembukaan mungkin karena waktunya mepet pas pada hari Sabtu.

"Mungkin Senin besok mulai ramai lagi," katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Cahyadi mengatakan, sejak ditutup kurang lebih seminggu, suasana pasar terasa berbeda. "Apalagi ada penutupan jalan masuk yang hanya bisa lewat beberapa pintu saja, jadi membuat suasana kurang nyaman. Tapi ya semoga Covid-19 ini cepat hilang," ucapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Gatot Triyono saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, pasar mulai dibuka hari ini.

"Mulai dari awal sudah dilakukan pembersihan. Lalu menata jarak antarpedagang, sirkulasi lalu lintas pengunjung berjalan sistem satu arah, mewajibkan pedagang menggunakan masker dan nanti akan diberikan face shield," kata Gatot saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Khusus Pasar Tanjung, salah satu pasar tradisional terbesar di Jember itu ada sekitar 300 pedagang yang ditata sesuai protokol Covid-19 di Jalan Wahidin. Jarak antarpedagang sekitar satu meter.

Pembeli yang hendak masuk lokasi tersebut bisa memarkir kendaraan di Jalan Trunojoyo, Samanhudi, Jalan Diponegoro, dan Untung Suropati. "Di Jalan Diponegoro sudah bisa menampung 103 kendaraan parkir. Untung Suropati bisa menampung 402 roda dua. Kalau kapasitas di area Pasar Tanjung ada 72 kendaraan," kata pria yang juga mantan Camat Kaliwates ini.

"Nanti di Wahidin khusus pedagang dan tak boleh ada kendaraan lewat. Tadi sudah ada penataan petak-petak," kata Gatot.

Sementara 1.025 orang pedagang yang sudah memiliki lapak di dalam Pasar Tanjung tetap berdagang sesuai lokasi awal, namun dengan tetap memperhatikan protokol.

Gatot menyebut ini bagian dari transisi menuju New Normal. "Ke depan semua harus siap ditata untuk kegiatan normal (baru)," katanya.

Pemkab Jember akan dibantu aparat TNI dan Polri bersama Satuan Polisi Pamong Praja untuk berjaga dan memastikan warga mematuhi protokol Covid-19. Pemkab juga menyiapkan 25 wastafel untuk cuci tangan, tapi dari pantauan wartawan di lokasi, wastafel itu baru datang siang hari dan belum dilengkapi tandon air dan sabun cuci tangan portable. (ata/yud/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...