Minggu, 05 Juli 2020 22:55

Anggota DPRD Jatim Kawal Kesiapan Pemprov Terapkan New Normal di Pesantren

Kamis, 28 Mei 2020 17:04 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Mustain
Anggota DPRD Jatim Kawal Kesiapan Pemprov Terapkan New Normal di Pesantren
Achmad Amir Aslichin. foto: ist

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Rencana pemerintah pusat menerapkan new normal sebagai langkah pemulihan kondisi sosial ekonomi termasuk pendidikan, mendapatkan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Tak hanya itu, PKB juga mendorong pemerintah memberikan perhatian khusus pada penerapan new normal di pondok pesantren. Karena selain sebagai pusat pendidikan, pondok pesantren punya peran penting sebagai penopang stabilitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

“Kami di Jawa Timur sangat mendukung langkah ini. Kami juga akan kawal penuh persiapan implementasinya, khususnya untuk pondok pesantren,” cetus anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Achmad Amir Aslichin, Kamis (28/5).

Berdasarkan data Kantor Kemenag Jatim, pada tahun 2019, terdapat 4.550 pondok pesantren dengan jumlah 574.340 santri. 

“Kita dapat bayangkan, hampir tiga bulan ini, sekian banyak pondok memulangkan santrinya. Tentu tak hanya berdampak pada pondok, tapi juga pada banyak sektor yang ekonominya bergantung pada aktivitas pondok," ungkap legislator yang karib dipanggil Mas Iin ini.

Karena itu, Mas Iin mendorong Pemerintah Provinsi Jatim, khususnya Gubernur Khofifah untuk tidak ragu menerapkan new normal di pondok pesantren. 

"Tentu juga dengan penerapan ketat protokol pencegahan Covid-19, berikut support anggaran untuk kebutuhan standarisasi infrastruktur penopangnya,” tambah anggota DPRD Jatim Dapil Jatim II (Sidoarjo) ini.

Penerapan new normal, imbuh Mas Iin, khususnya di pondok pesantren memang butuh perhatian khusus pemerintah. Mulai tahap pengembalian santri dari berbagai daerah, pemeriksaan massal, standarisasi sarana kesehatan dan ruang belajar, hingga pengalokasian anggaran khusus selama transisi new normal.

"Kami akan koordinasikan secara intens, dengan PWNU, PCNU, RMI, soal kesiapan dan kebutuhan pesantren di masa new normal diterapkan nanti. Kami juga akan dorong Pemerintah Provinsi juga daerah, mendukung penuh persiapan tersebut,” tegasnya.

Menurut Mas Iin, new normal sebagai langkah yang dipilih pemerintah seyogyanya dipahami secara bijak. New normal sama sekali tak berarti menyerah pada pandemi. Kelaziman baru ini justru menuntut semua untuk cepat beradaptasi. 

“Adaptasi adalah kunci kita menghadapi pandemi. Sebab itu, bersama kita harus mengawal penerapan new normal,” pungkas politikus yang pernah menjabat ketua FPKB DPRD Sidoarjo dua periode ini. (sta/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...