Sabtu, 11 Juli 2020 08:57

Diduga Ada Tiga Warga Karangrejo Positif COVID-19 Tapi Tak Diisolasi di RS, Begini Kata Kadinkes

Selasa, 26 Mei 2020 11:36 WIB
Editor: .
Wartawan: Syuhud
Diduga Ada Tiga Warga Karangrejo Positif COVID-19 Tapi Tak Diisolasi di RS, Begini Kata Kadinkes
RSUD Ibnu Sina, 1 dari 19 RS rujukan penanganan pasien COVID-19 di Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kepala Desa (Kades) Karangrejo Kecamatan Manyar, Miftahul Hilmi mengungkapkan bahwa warganya saat ini resah. Sebab, ada 3 warganya yang masuk klaster Pasar Pabean Surabaya yang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test.

Yang membuat warga khawatir adalah, ketiga warga itu tak diisolasi di rumah sakit. "Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) tak kunjung mengisolasi 3 warga kami yang positif setelah kami laporkan. Ketiga warga tersebut saat ini masih di rumah dan menjalankan aktivitas seperti biasa," ujar Miftahul Hilmi kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (26/5) pagi.

Menurut Miftahul Hilmi, warga khawatir kalau ketiga pasien itu akan menulari warga lain. "Ketiganya ini kan sehat toh Mas fisiknya. Jadi, ya aktivitas seperti biasa. Hal ini yang membuat warga kami takut tertular. Untuk itu, kami meminta agar pihak Dinkes maupun Satgas Pencegahan COVID-19 segera mengevakuasi tiga warga kami untuk diisolasi di rumah sakit," ungkapnya.

Miftahul Hilmi mengaku telah mencari tahu penyebab 3 pasien itu tak segera diisolasi ke RS. Pasalnya, ruang isolasi RS untuk pasien COVID-19 sudah overload. "Saya sudah cari tahu ke Puskesmas Sembayat, pihak Dinkes, dan informasi lain, saya dapat informasi ruang isolasi overload," tegasnya.

"Saya sudah kontak Pak Ghozali (Kepala Dinkes), janjinya akan dirapatkan," tambahnya.

Ia mengungkapkan jika ketiga warganya itu dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan informasi dari pihak puskesmas. "Kami diberi tahu petugas Puskesmas tiga hari lalu, hasil swab keluar dan positif COVID-19. Tapi, warga kami tak diisolasi. Warga kami juga tak dikontrol dan diobati," terangnya.

Sementara Kepala Dinkes Gresik, drg. Saifudin Ghozali membantah kalau tiga warga Karangrejo sebagaimana disebutkan oleh Miftahul Hilmi adalah pasien positif COVID-19.

"Bukan Mas. Beliau itu (tiga pasien) orang tanpa gejala (OTG) kalau tidak salah. Sehat, tidak ada gejala dan KU baik. Makanya, kita lakukan isolasi mandiri (di rumah). Rumah sakit hanya untuk yang ada keluhan," katanya kepada BANGSAONLINE.com

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Gresik, Noto Utomo meminta Dinkes dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyikapi serius laporan Kades Karangrejo.

"Sebab, informasi yang masuk ke Komisi IV, mereka masih beraktivitas seperti biasa. Sehingga, membuat warga resah takut tertular," katanya.

Noto khawatir ketakutan warga itu akan terbukti. Sebab, ketiga orang tersebut selama ini bekerja di Pasar Pabean Surabaya, yang saat ini masuk salah satu klaster besar penularan COVID-19 di Surabaya Raya. "Kami minta Dinkes dan Satgas cepat tanggap untuk antisipasi penyebaran," pintanya.

"Apa benar ruang isolasi overload? Kalau benar, Pemkab Gresik harus cepat melakukan antisipasi. Sebab, tren pasien positif COVID-19 terus naik," terang Ketua Fraksi PDIP DPRD Gresik ini.

Menurutnya, antisipasi berupa penambahan ruang isolasi di RS rujukan harus segera dilakukan, sebagaimana permintaan Komandan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bupati Sambari Halim Radianto. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...