Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations, & Community Investment Director Prudential Indonesia.
"Di antaranya tolong menolong dan saling berderma untuk saling berbagi dan menanggung risiko sebagai antisipasi, bila terjadi musibah. Senantiasa relevan dengan ciri gotong royong khas masyarakat Indonesia, dan kami berharap prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan untuk membantu mereka yang terdampak oleh pandemi COVID-19," kata Nini.
"Di Prudential sendiri, kontribusi kami untuk membantu masyarakat berfokus pada 3 aspek, yaitu kesehatan, ekonomi, dan sosial. Untuk aspek kesehatan, misalnya, kami tetap memberikan perlindungan meskipun COVID-19 telah berstatus pandemi global dan bencana nasional," ungkapnya.
"Selain itu, 95 persen karyawan juga bekerja dari rumah, namun kami tetap mempertahankan kualitas layanan kepada peserta. Untuk aspek ekonomi, tetap membuka proses perekrutan tenaga pemasar secara digital yang diikuti ribuan orang," katanya.
"Untuk aspek sosial, kami difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memberikan perlindungan asuransi jiwa bagi lebih dari 500 tenaga relawan dan medis yang berada di garis depan membantu penanganan pandemi COVID-19," kata dia.
Afdhal Aliasar, Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menambahkan, bahwa ekonomi berbasis syariah dapat membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pasalnya, didukung dengan jumlah populasi muslim yang mencapai lebih dari 87 persen.
Lebih lanjut lagi, sistem dan value dari ekonomi & keuangan syariah dan juga sangat memperhatikan ketahanan ekonomi dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
"Dengan terus mempromosikan pembagian risiko (risk sharing) dan integrasi antara keuangan komersial dan sosial, maka kehadiran ekonomi & keuangan syariah menjadi sesuatu yang sangat penting dalam memastikan ketahanan ekonomi dan inklusi, terutama di masa pandemi ini," ungkapnya. (mid/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




