Senin, 26 Oktober 2020 21:56

Kasus Status FB Andreas PW yang Kecam Tenaga Medis Berlanjut ke Jalur Hukum

Kamis, 21 Mei 2020 17:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muhammad Hatta
Kasus Status FB Andreas PW yang Kecam Tenaga Medis Berlanjut ke Jalur Hukum
Ilustrasi.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) akan membawa kasus status facebook (FB) Andreas PW (APW) ke jalur hukum. Pasalnya akun FB milik pria warga Kecamatan Jombang ini, mengunggah status yang mengecam tenaga medis lantaran membuat tanda pagar (tagar) #IndonesiaTerserah.

Dalam status dan komentar yang disampaikannya, ia menilai tenaga medis alay dan menakuti-nakuti masyarakat dengan tagar #IndonesiaTerserah. Terlebih lagi dalam laman facebooknya, pria ini juga sempat melontarkan kalimat yang dinilai menyinggung tenaga medis di Indonesia.

Menyikapi hal ini, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jember Asrah Joyo Widono menjelaskan, kemarin (Rabu, 20/5/20) sudah dilakukan mediasi dengan pemilik akun APW di Kantor Kecamatan Jombang.

"Saat itu yang memfasilitasi pihak kepolisian dan camat setempat. Dalam mediasi tersebut hadir perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember, PPNI Jember, dan PPNI Lumajang," kata pria yang akrab dipanggil Asrah ini, Kamis (21/5/2020).

Diketahui dari kesaksian APW, latar belakang unggahan status facebook itu menurut Asrah hanya sekadar iseng dan tidak ada maksud lebih.

"APW pun sudah meminta maaf secara terbuka kepada tenaga medis Indonesia dan berkenan menghapus akunnya," kata Asrah.

Namun menurut Asrah, unggahan dari yang bersangkutan tak hanya menyinggung tenaga medis di Jember, melainkan seluruh Indonesia. Mengingat status facebook bisa dibaca oleh siapa pun.

Asrah pun mengakui saat baru munculnya status facebook dari APW, dirinya ditelepon oleh pengurus PPNI dari daerah lain.

"Sehingga meskipun APW sudah meminta maaf, tetapi kasus tersebut tetap dibahas di internal DPD PPNI Jember untuk memutuskan bagaimana selanjutnya. Lantaran dari pengurus komisariat Jombang DPD PPNI Jember, menghendaki kasus tersebut dibawa ke jalur hukum," ungkapnya.

Sehingga hari ini, DPD PPNI Jember menggelar rapat internal guna mengambil keputusan apakah kasus unggahan APW cukup diselesaikan secara kekeluargaan atau dilanjutkan ke ranah hukum.

"Nantinya dari hasil rapat tersebut, DPD PPNI Jember memutuskan untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Sebagai upaya memberikan efek jera. Agar lainnya tidak sembarangan berbicara dimedia sosial, apalagi kaitannya dengan pandemi covid-19," pungkasnya. (ata/yud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 26 Oktober 2020 13:58 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewanti-wanti dan minta seluruh masyarakat Jatim untuk mewaspadai risiko penularan Covid-19 sepanjang libur panjang Maulid Nabi. Hal ini lantaran, penambahan kasus positif coron...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Jumat, 23 Oktober 2020 10:38 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...