Sabtu, 15 Agustus 2020 15:24

Cabuli Bocah di Bawah Umur, Warga Desa Ngino Plemahan Kediri Dilaporkan Polisi

Rabu, 13 Mei 2020 12:21 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Muji Harjita
Cabuli Bocah di Bawah Umur, Warga Desa Ngino Plemahan Kediri Dilaporkan Polisi
M. Karim Amrulloh, S.H., Kuasa Hukum korban, menunjukan bukti laporan. (foto: Muji Harjita/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bunga, sebut saja begitu. Bocah 11 tahun asal Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri ini akhirnya lapor ke polisi setelah tubuhnya digerayangi oleh tetangganya, AK/Bandiyah (45), warga Dusun Kaliawen Barat, Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, yang masih tetangga korban.

Yang melaporkan adalah Andrianto (34) warga Dusun Kaliawen Timur Desa Ngino Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri didampingi Kuasa Kukum korban M.Karim Amrulloh, SH

Andri mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri Jalan Panglima Sudirman Pare, Selasa (12/5/2020) yang diterima oleh Aipda Susanto.

M. Karim Amrulloh, S.H., Kuasa Hukum korban, menjelaskan bahwa dari keterangan korban, siang itu, Selasa, 28 April 2020, korban dan keluarga sedang tidur siang. Tiba-tiba pelaku datang langsung memegangi payudara korban. Korban lalu berontak dengan menendang pelaku dan lari ke rumah Fatim, bibinya yang jaraknya sekitar 100 meter. Kepada bibinya, korban menceriterakan kejadian yang dialaminya.

Pelaku sudah melakukan perbuatannya lebih dari satu kali dan yang dulu sudah didamaikan oleh Perangkat Desa Ngino. Dua tahun lalu, korbannya adalah anak TK. Saat itu sudah didamaikan oleh Desa dan AK sudah membuat pernyataan tidak mengulangi lagi.

Korban sendiri sudah menjalani pemeriksaan di Ruang Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Kediri. "Di sini kami melaporkan bahwa telah terjadi dugaan pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh pelaku AK," kata Karim Amrulloh, Rabu (13/5).

Menurut Karim, pelaku AK bisa dijerat dengan Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Menurut Karim, sebelum laporan didahului pengaduan kemudian dilakukan penyelidikan dan dalam prosesnya telah memenuhi unsur tindak pidana sehingga untuk proses lebih lanjut dibuatkan laporan polisi nomor K/lp/104/V/res 1.24/2020

Sementara itu, Iptu Dyan Purwandi, Kanit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PAA), membenarkan adanya laporan tersebut dan saat ini masih dalam proses lebih lanjut.(uji/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 15 Agustus 2020 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...