Sabtu, 31 Juli 2021 02:03

Awas, Langgar Aturan Selama PSBB II Bisa Dihukum Bersih-bersih Fasum

Selasa, 12 Mei 2020 19:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Awas, Langgar Aturan Selama PSBB II Bisa Dihukum Bersih-bersih Fasum
Sejumlah warga Sidoarjo yang terjaring razia jam malam saat PSBB tahap I beberapa waktu lalu.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua dimulai. Agar program tersebut mencapai target, Pemkab dan Polresta mengusulkan sanksi baru. Hukuman tersebut sifatnya memberikan efek jera.

Sekda Sidoarjo Achmad Zaini menyebut ada sanksi tambahan untuk PSBB tahap II kali ini. Terutama terkait jam malam. "Untuk pelanggar jam malam ada sanksi menjadi pekerja sosial," kata Zaini. Seperti bersih-bersih di makam, masjid, taman, ataupun fasilitas umum lainnya.

Sanksi tersebut dirasa sesuai, mengingat sampai saat ini pelanggar jam malam masih sangat tinggi. "Tiga kali operasi jam malam, rata-rata sampai tiga ratusan pelanggarnya," tuturnya. Karena itu, butuh sanksi yang membuat pelanggar jera. Selain dengan meningkatkan pengawasannya.

BACA JUGA : 

Kejar Target Pendapatan Pajak, BPPD Sidoarjo Bertahap Pasang Alat Perekam Transaksi

Terpelanting 50 Meter Tak Pakai Helm, Pemuda di Sidoarjo Tewas Seketika

Kepergok Curi Elpiji di Sidoarjo, Warga Menganti Jadi Bulan-bulanan Warga

Dilengkapi Dapur Jamu, Dandim Sidoarjo Apresiasi Kampung Tangguh di Krian

PSBB tahap II kali ini juga ada perubahan lain. Mulai saat ini, yang menjaga PDP di rumah diserahkan langsung kepada desa. Sehingga, desa melalui posko relawan yang ada di tiap desa akan lebih efektif menjaga yang isolasi mandiri. Namun, untuk makan dan minum mereka tetap disuplai oleh Dinsos.

Zaini menegaskan, PSBB berlaku 24 jam. Seluruh masyarakat Sidoarjo harus punya surat keterangan dari RT. "Sehingga, dia keluar rumah sudah difilter relawan di masing-masing RT," katanya.

Jika warga adalah karyawan, maka minimal punya dua. Pertama, keterangan dari RT dan yang kedua adalah keterangan dari perusahaanya. "Sehingga tidak menyulitkan teman-teman di cek poin untuk melakukan penertiban, tujuan-tujuannya jadi lebih jelas," terang mantan Kepala Dinas Perizinan itu. "Penguatannya di RT dan RW untuk tahap 2 ini," katanya.

Dengan aturan tersebut, tugas Babinsa dan Bhabinkabtibmas dialihkan. Selama ini di cek poin akan ditarik ke wilayah masing-masing.

Senada dengan sekda, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan hukuman di PSBB jilid II bersifat sanksi sosial. Warga yang menabrak aturan, diminta menjadi relawan selama masa PSBB. "Bisa ditempatkan di cek poin. Selain itu juga menjadi duta penyuluhan Covid-19," ucapnya.

Sumardji menjelaskan, sanksi memang dirancang memiliki efek jera. Tujuannya, agar warga yang melanggar tidak mengulangi perbuatan tersebut. "Sehingga tidak kelayapan malam-malam tak jelas," terangnya.

Sementara itu, dari rekapitulasi data di cek poin, total pelanggaran selama 14 hari mencapai 2.231. Mayoritas pelanggaran didominasi pengendara motor.

Polresta merinci pelanggaran menjadi tiga jenis. Yaitu pengendara roda dua, kendaraan pribadi, serta kendaraan umum. Jumlah pelanggaran roda dua mencapai 1.409. Aturan yang paling banyak dilanggar yakni tidak mengenakan sarung tangan. Jumlahnya 709 pelanggaran.

Total pelanggaran kendaraan pribadi mencapai 449. Paling banyak pengendara tidak mengenakan masker. Sedangkan untuk kendaraan barang jumlah pelanggaran mencapai 373. Sama seperti kendaraan pribadi, sebanyak 224 pengendara tak memakai masker.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Eko Iskandar menuturkan data tersebut dihimpun dari 16 titik cek poin. Pelanggaran banyak ditemukan di wilayah perbatasan. "Misalnya di Cek Poin pos polisi Waru dan exit tol Sidoarjo," urainya.

Menurut Eko, di awal penerapan PSBB, jumlah pelanggaran melonjak tinggi. Dia mencontohkan kendaraan roda dua. "Hari pertama mencapai 332 pelanggaran," paparnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, pelanggaran berangsur turun. Warga yang melintas di jalan mematuhi aturan. Mantan Kasatlantas Polres Pasuruan itu menyatakan, penurunan angka pelanggaran disebabkan pengendara mulai menyadari aturan PSBB. "Sosialisasi Polresta membuahkan hasil," pungkasnya. (cat/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...