Selasa, 01 Desember 2020 12:34

​Luar Biasa, Didominasi Madrasah Aliyah! 129 Santri Pesantren Tebuireng Diterima di PTN

Jumat, 08 Mei 2020 16:25 WIB
Editor: MMA
​Luar Biasa, Didominasi Madrasah Aliyah! 129 Santri Pesantren Tebuireng Diterima di PTN
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). foto: BANGSAONLINE.com

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Dunia pendidikan benar-benar mengalami perubahan luar biasa. Jika pada tahun 70-an dan 80-an, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) banyak didominasi lulusan lembaga pendidikan umum luar pesantren, terutama SMA Negeri, kini era benar-benar berubah. Pada era informasi digital ini lulusan pesantren banyak diterima di PTN. Bahkan di berbagai perguruan tinggi favorit luar negeri. Lebih hebat lagi, yang dominan diterima di PTN itu justeru lulusan Madrasah Aliyah, bukan SMA.

Salah satu contohnya adalah santri Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, yaitu pesantren yang didirikan Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari. Sebanyak 129 santri Tebuireng diterima di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

“Alhamdulillah,” kata KH Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh Pesantren Tebuireng, yang akrab dipanggil Gus Kikin kepada BANGSAONLINE.COM, Kamis (7/5/2020) malam.

Dari data BANGSAONLINE.COM yang diterima dari Gus Kikin, para santri pesantren Tebuireng itu diterima di berbagai PTN di seluruh nusantara. Antara lain: Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Jember, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya dan berbagai daerah lainnya.

Yang luar biasa, dari data itu terungkap bahwa santri yang paling banyak diterima di PTN justeru lulusan Madrasah Aliyah Salafiah Syafiiyah. Dari 239 siswa kelas XII Madrasah Aliyah Tebuireng, sebanyak 82 siswa (34 persen) diterima di PTN. Riciannya: 24 diterima di SNMPTN dan 58 siswa diterima di SPAN-PTKIN.

Kemudian disusul SMA A Wahid Hasyim. Dari 244 siswa kelas XII SMA A Wahid Hasyim, sebanyak 34 siswa (14 persen) diterima di PTN. Rinciannya: 22 siswa diterima di SNMPTN dan 12 siswa diterima di SPAN-PTKIN.

Terakhir SMA Trensains. Dari 84 siswa kelas XII SMA Trensains, sebanyak 13 siswa (16 persen) diterima di PTN. Rinciannya: 4 siswa diterima di SNMPTN, 4 siswa diterima di PMDK dan 5 siswa di SPAN-PTKIN.

Jadi, dari jumlah total siswa kelas XII (Madrasah Aliyah, SMA A Wahid Hasyim dan SMA Trensain) sebanyak 567 siswa, sebanyak 129 siswa diterima di PTN. Berarti 23 persen yang diterima di PTN. 

Yang belum terdata, jumlah santri Pesantren Tebuireng yang diterima di perguruan tinggi luar negeri. Dari pantauan BANGSAONLINE.COM, ada beberapa santri Tebuireng, terutama dari Madrasah Aliyah yang mendaftar ke PT di luar negeri.

"Saya daftar di Universitas Al-Azhar," kata seorang siswa Madrasah Aliyah Tebuireng kepada BANGSAONLINE.COM di Pesantren Tebuireng beberapa hari yang lalu. Unviersitas Al-Azhar adalah perguruan tinggi populer di Mesir.

Namun tentu saja data ini belum final. Sebab masih akan ada tes masuk PTN lagi. Yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang pendaftaranya pada bulan Juni sedang pelaksanaan tesnya pada bulan Juli, disamping seleksi mandiri. (MMA) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...