Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag saat memimpin salat malam di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojoketo Jawa Timur, Kamis (7/5/2020) malam. foto: MA/ BANGSAONLINE.com
Yang menarik, banyak masyarakat dari luar Jawa Timur – terutama wali santri dan alumni Amanatul Ummah – mengikuti salat malam dan istighatsah online ini. “Saya mengikuti dari rumah,” tutur Sakroni Yunus, wali santri Amanatul Ummah yang tinggal di Perumahan Kubupratama Indah di Denpasar Bali kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (8/5/2020). “Saya senang sekali pidato Pak Kiai Asep yang awal-awal, saat memberi motivasi. Itu sangat bagus,” kata Sakroni Yunus yang berprofesi sebagai pengusaha di Bali.
Menurut dia, kini masyarakat butuh motivasi hidup dan bantuan sosial ekonomi dalam menghadapi pandemi covid-19. Sebaliknya, kata dia, masyarakat tak tertarik dengan pidato-pidato keras, kasar yang diwarnai ujaran kebencian. Apalagi masyarakat sedang susah dan panik, akibat covid-19.
Salat malam dan istighatsah itu diakhiri doa yang dipimpin para kiai secara bergantian. Antara lain: KH Abdus Shomad Buchori (Ketua MUI Jatim), KH Jamaluddin, (Rais Syuriah PCNU Probolinggo), KH Abdul Adzim Alwi (Rais Syruaih PCNU Mojokerto), Syaikh Barkawi dari Universitas Al-Azhar Mesir (guru tugas Amanatul Ummah), Habib Ali (Pasuruan), KH Ja’far Shodiq (Ponorogo) dan Kiai Asep sendiri. Tampak juga Habib Abu Bakar, KH Syamian, KH Ma’mun dan para kiai lain.
Pada bulan Ramadan, Kiai Asep banyak memberi pengajian di pesantren yang dipimpinnya. Pukul 16.00 WIB atau sehabis salat Ashar, Kiai Asep mengaji kitap Mukhtarul Ahadits yang diikuti para mahasiswa dan santrinya. Acara ngaji Hadits ini berlangsung di Masjid Raya KH Abdul Chalim dengan disiarkan lewat channel YouTube.
Acara ngaji Kiai Asep tidak hanya di Masjid Raya KH. Abdul Chalim. Tapi juga digelar di Kampus Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC).
Pada pukul 3.15 WIB menjelang pagi, Kiai Asep mengaji lagi. Juga diikuti para mahasiswa dan santrinya.
Usai salat jamaah Subuh Kiai Asep kembali mengaji untuk para mahasiswa dan santrinya. “Sampai terbit matahari,” jelas Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com.
Selain Mukhtarul Ahadits, Kiai Asep juga mengaji kitab tasawuf yaitu Al-Hikam, karya klasik Syaikh Ibnu Athaillah. “Selama satu minggu saya lima hari mengaji untuk santri dan mahasiswa,” katanya.
Sementara untuk waktu dua hari dalam seminggu pengajian kitab diganti para ustadz Amanatul Ummah, antara lain, Dr Muhiburrohman, Rektor IKHAC yang juga menantu Kiai Asep, Muhammad Barra (Gus Bara), Ketua Yayasan Amanatul Ummah yang tak lain anak tertua Kiai Asep, dan Dr Afif Zamroni, menantu Kiai Asep. (MA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




