Pengurus LSKPL menghitung hasil donasi dari warga yang bakal dibelanjakan sembako untuk disalurkan ke warga terdampak.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Gagasan warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu ini layak dicontoh. Di saat masyarakat menunggu realisasi bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang tak kunjung turun, warga Desa Sumberejo justru mengambil langkah membuat posko Lumbung Sosial Ketahanan Pangan Lingkungan (LSKPL).
"Posko Lumbung Sosial Ketahanan Pangan Lingkungan ini dilakukan sebagai bentuk aksi nyata ketika masyarakat menunggu realisasi bantuan jaring pengaman sosial yang tak kunjung datang. Padahal kebutuhan terus berjalan," ujar Cak Soleh, penggagas LSKPL Desa Sumberejo, Jumat (8/5).
BACA JUGA:
- Sambut Libur Panjang, Polres Batu Perketat Pengamanan Jalur Wisata
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
Dikatakan, sumber dana posko ini berasal dari warga setempat. Selain itu bekerja sama dengan para koordinator pengurus "posko" yang ada di Kota Batu untuk mengelola kelebihan paket sembako. Untuk sumber kedua, yakni donasi diambilkan dari masing-masing KK secara sukarela berupa koin dengan nilai terendah Rp 500 rupiah.

Secara teknis, setiap 100 rumah diberi gelas partisipasi yang bisa diisi setiap hari, walaupun tidak diwajibkan. Dalam sehari semalam bisa terkumpul dana Rp 220 ribu.
"Untuk teknis pengambilannya dilakukan pada saat ronda malam, sekaligus kegiatan patroli keamanan. Selanjutnya, ketua regu mengambil donasi dan menyerahkannya kepada bendahara di posko lumbung sosial ketahanan pangan lingkungan," jelasnya sembari menambahkan, untuk sementara posko lumbung sosial ketahanan pangan lingkungan ini masih dilaksanakan di 2 RT, yakni di RT 01 dan RT 02 RW 08 Desa Sumberejo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





