Cara Kreatif Warga Sumberejo Atasi Kelangkaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Secara teknis, setiap 100 rumah diberi gelas partisipasi yang bisa diisi setiap hari, walaupun tidak diwajibkan. Dalam sehari semalam bisa terkumpul dana Rp 220 ribu.

"Untuk teknis pengambilannya dilakukan pada saat ronda malam, sekaligus kegiatan patroli keamanan. Selanjutnya, ketua regu mengambil donasi dan menyerahkannya kepada bendahara di posko lumbung sosial ketahanan pangan lingkungan," jelasnya sembari menambahkan, untuk sementara posko lumbung sosial ketahanan pangan lingkungan ini masih dilaksanakan di 2 RT, yakni di RT 01 dan RT 02 RW 08 Desa Sumberejo.

Hasil klontangan atau donasi tersebut kemudian dibelikan beras, gula, minyak goreng, mie instan, telur, dan sebagainya. Namun, karena saat ini bantuan beras dari luar cukup deras, sehingga uang hasil klontangan lebih banyak dibelikan gula, minyak goreng, mie instan, dan sebagainya.

"Ada satu lagi yang lebih penting menurut saya. Lumbung sosial ketahanan pangan ini untuk sementara masih berbasis RT dengan harapan bisa ditiru oleh lingkungan yang lain. Jika ini terwujud, saya yakin ini jalan satu-satunya untuk menolong sesama. Kemarin saya sudah tukar pendapat dengan warga RT lain dan insya Allah mereka mau meniru," terangnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Cara Kreatif Warga Sumberejo Atasi Kelangkaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19 - Halaman 2