Minggu, 05 Juli 2020 22:48

Naik Dibanding Tahun Sebelumnya, Pengiriman Jenis Makanan di Jember Capai 2.000 Paket per Hari

Kamis, 07 Mei 2020 20:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muhammad Hatta
Naik Dibanding Tahun Sebelumnya, Pengiriman Jenis Makanan di Jember Capai 2.000 Paket per Hari
Aktivitas pengiriman di Kantor JNE Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pengiriman bahan makanan mentah ataupun jenis makanan jadi dari Kabupaten Jember ke kota lain ataupun ke luar Pulau Jawa mencapai 2.000 pengiriman tiap harinya. Hal ini dampak adanya pembatasan kendaraan umum yang digunakan untuk mengirimkan barang tersebut akibat mewabahnya Covid-19.

Menurut Kepala Cabang JNE Jember Agung Deri, dominasi pengiriman bahan makanan mentah ataupun makanan jadi, jika dipersentase trennya positif naik mencapai 30-40 persen. Selebihnya, komoditi khas Jember dan juga paket pengiriman untuk perusahaan yang bersifat corporate.

"Jadi, per hari bisa sampai 2.000 pengiriman untuk itu. Baik itu bahan makanan mentah, seperti beras, tepung terigu, trasi, frozen (bahan makanan dingin), dan lainnya ataupun juga bahan makanan jadi, kayak kue-kue kering, kurma, karena momen Ramadan ini, juga kue-kue khas Jember lainnya," kata Agung saat ditemui di kantornya, Kamis (7/5/2020) pagi.

Ia menjelaskan, terkait tren kenaikan pengiriman barang secara keseluruhan, jika dibandingkan tahun kemarin atau dari bulan-bulan sebelum pendemik Covid-19, masih lebih tinggi sebelumnya.

"Masih lebih banyak tahun kemarin, dari sisi bulan ke bulannya. Itu untuk kiriman keseluruhan, bukan hanya untuk pengiriman makanan aja. Tapi kalau angkanya (untuk jumlah pengiriman) dibandingkan tahun ini dengan tahun kemarin, tentu lebih tinggi tahun ini. Trennya positif naik," ulasnya.

Terjadinya kenaikan pengiriman paket saat ini, baik secara umum ataupun untuk jenis bahan makanan mentah dan jadi, karena adanya pembatasan kendaraan umum dan rute di beberapa wilayah.

"Moda transportasi kan dibatasi, pesawat tidak boleh jalan, kereta tidak boleh jalan, jadi kita berupaya kreatif dan bekerjasama dengan pihak bandara. Jadi jika pesawat mau berangkat itu tanpa penumpang, minimal dengan kargo 4 ton. Sehingga kita upayakan untuk mengisi komoditi itu dan load itu," jelasnya.

Untuk memenuhi kuota kargo itu pun, diakui Agung tidak mudah. "Apalagi banyak pebisnis yang mengurangi produksinya. Yang saat ini masih bertahan di bidang marketplace, contoh di shopee, apalagi banyak promo, jadi seller (penjual) di situ masih naik (peminatnya), (penjual) pun menikmati hasilnya. Kedua makanan jenis kue kering dan frozen itu," tutupnya. (ata/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...