Rabu, 15 Juli 2020 08:44

UPZ Baznas Petrokimia Gresik Bantu Masker dan Sembako Kepada Keluarga Miskin Sekitar Perusahaan

Senin, 04 Mei 2020 20:08 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
UPZ Baznas Petrokimia Gresik Bantu Masker dan Sembako Kepada Keluarga Miskin Sekitar Perusahaan
Ketua UPZ Baznas Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono ketika menyerahkan bantuan secara simbolis. Foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Petrokimia Gresik, memberikan bantuan sembako beserta Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker kepada keluarga miskin terdampak Covid-19 di 8 desa dan kelurahaan sekitar perusahaan, Senin (4/5/2020).

Bantuan, secara simbolis diserahkan oleh Ketua UPZ Baznas Petrokimia Gresik sekaligus Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono kepada masing-masing lurah dan kepala desa.

Adapun bantuan itu diberikan kepada 1.662 Kepala Keluarga (KK) miskin yang berasal dari Desa Roomo (268 KK), Kelurahan Tlogopojok   (284 KK), Kelurahan Lumpur (254 KK), Kelurahan Kroman (213 KK), Kelurahan Karangturi (207 KK), Kelurahan Karangpoh 108 KK , Kelurahan Sukorame (254 KK), dan Kelurahan Ngipik (74 KK).

Sembako yang dibagikan antara lain, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 liter, kecap 1 botol, dan mi instan 5 bungkus. "Setiap paket senilai Rp 95 ribu. Total anggaran untuk bantuan bahan pangan ini mencapai Rp 166 juta beserta biaya pendistribusian," ujar Yusuf Wibisono.

Yusuf menambahkan bahwa masker yang dibagikan berjumlah 26.394 pcs untuk 13.197 KK dengan nilai bantuan sebesar Rp 113,6 juta beserta biaya pendistribusian, dan masker yang disalurkan berjenis kain katun tiga lapis yang dijahit oleh penjahit lokal. Kemudian, untuk pendistribusian, UPZ Baznas Petrokimia Gresik menggandeng tim dari staf desa dan kelurahan, beserta pengurus RT/RW setempat.

"Bantuan masker ini sekaligus membantu para penjahit lokal yang usahanya sepi akibat pandemi, karena wabah Covid-19 ini berdampak di segala sektor, " terangnya.

Yusuf menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik telah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga mengharuskan sejumlah kegiatan dibatasi termasuk juga aktivitas perekonomian.

"Banyak pelaku usaha mikro yang harus menutup usahanya sementara, dan beberapa juga tercatat menjadi keluarga miskin karena kepala keluarga kehilangan pekerjaan, sehingga perekonomian daerah menjadi lesu dan masyarakat kecil sangat merasakan dampaknya," jelas Yusuf.

Selain itu, dia berharap semoga bantuan bahan pangan ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban keluarga miskin di sekitar perusahaan selama pandemi. Lalu, bantuan APD yang diberikan merupakan sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Dalam kesempatan ini, Yusuf kembali mengajak masyarakat untuk meminimalisasi aktivitas di luar rumah yang kurang perlu, juga mematuhi PSBB yang diterapkan untuk masyarakat di Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo.

Ia berharap semoga wabah Covid-19 dapat segera berakhir dan semua aktivitas masyarakat dapat berjalan normal. "Masyarakat juga harus tetap waspada dan mengikuti kebijakan pemerintah sebagai langkah antisipatif," pungkasnya. (hud/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...