Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji saat menjenguk korban di rumah sakit, beberapa waktu lalu.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Polisi terus memburu kawanan bandit begal yang beraksi di Desa Trompoasri, Jabon. Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga komplotan lama. Kerap menjalankan aksi pencurian dengan kekerasan (curas). Bahkan tega bertindak sadis hingga menghabisi nyawa korban.
Polisi menemukan sejumlah bukti. Temuan tersebut dihimpun dari keterangan saksi serta korban. Di antaranya jumlah pelaku, serta cara kerja kawanan penjahat.
BACA JUGA:
- Sidang Penggelapan Kasur di Sidoarjo: 7 Ponpes Sudah Bayar Lunas, Tapi Uang Rp620 Juta Tak Disetor
- Diduga Dipicu Klakson, Pria di Waru Sidoarjo Sabet Pengendara Mobil dengan Celurit
- Kasus Perusakan Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejari Sidoarjo
- Rumah Bertuliskan 'Dijual' Jadi Markas Gas Oplosan, Sindikat di Sidoarjo Raup Puluhan Juta
Dari keterangan korban, Zakaria, ada empat bandit. Mereka mengendarai sepeda motor. Salah satunya membacok pergelangan tangan kiri Zakaria.
Polisi menduga, jumlah pelaku lebih dari empat orang. Mereka berbagi peran. Ada yang mengintai korban dari bank. Ada juga yang bertugas sebagai eksekutor.
Saat beraksi, pelaku terbilang sadis. Dari hasil pemeriksaan, Zakaria mendapatkan empat luka sayatan. Hasil sabetan pedang. Yaitu di pergelangan tangan kiri, paha sebelah kiri, punggung, serta jemari tangan.

Temuan terakhir, yaitu cara kerja kawanan bandit tersebut. Dari penelusuran, polisi menilai pelaku sudah merencanakan aksinya jauh-jauh hari. Mereka hafal jalan yang dilalui Zakaria setelah mengambil uang.
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menjelaskan penyelidikan kasus begal Jabon terus berjalan. Polisi sudah mengumpulkan keterangan saksi dan korban. "Masih kami dalami," paparnya.
Tak hanya itu, polisi pun sudah melihat rekaman CCTV di bank. Namun, Sumardji enggan membuka hasil penyelidikan tersebut. "Secepatnya kami tangkap," tegasnya.
Untuk menangkal begal, pria asal Nganjuk itu bakal menerjunkan seluruh personel. Petugas diminta menindak tegas penjahat jalanan. "Tindakan terukur tembak di tempat," paparnya.

Sementara itu, korban begal Jabon, Zakaria mulai pulih. Dia menjalani operasi tendon pergelangan tangan kiri. Sejumlah luka sayatan pun dijahit.
Devi Mufidah, putri Zakaria menuturkan, ayahnya masih ingat betul ciri-ciri pelaku. Tiga pelaku tinggi besar. Rambutnya gondrong. Satu berbadan pendek. "Logatnya bahasa Jawa," tuturnya.
Mahasiswa salah satu universitas di Malang itu berharap polisi segera menangkap pelaku. "Sampai saat ini bapak masih geregetan. Pelaku harus tertangkap," jelas perempuan 22 tahun itu. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




