NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hingga saat ini, wilayah Ngawi memang bertahan dalam kondisi zero Covid-19. Hal ini tidak terlepas dari upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab Ngawi dalam mencegah dan menangkal masuknya virus asal Cina itu.
Namun, kebijakan yang dilakukan Pemkab Ngawi untuk mencegah masuknya virus Corona seperti social dan physical distancing berimbas pada perekonomian masyarakat kecil.
BACA JUGA:
- Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Galian C Ngawi
- Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam Petelur, Minta Perbaiki Pengelolaan Limbah
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
- Gandeng Kejari, Pemkab Ngawi Perkuat Payung Hukum Program Strategis Daerah
Selain itu, diterapkannya pembatasan berjualan hingga dilarangnya membuka usaha kecil. Padahal, mereka yang memiliki usaha tersebut rata-rata adalah masyarakat tingkat bawah tersebut.
Endang misalnya, salah satu pemilik warung kopi di sekitar alun-alun Ngawi. "Sudah satu bulan lebih penghasilan kita menurun drastis. Kalau dihitung, sekarang tinggal 20 persen dari sebelumnya," jelas Endang.
Selain warung kopi, kebijakan penanganan dan pencegahan Covid-19 juga berimbas pada pertokoan yang tersebar di wilayah Kota Ngawi. Mereka mengaku mengalami penurunan omzet. (nal/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




