Minggu, 24 Januari 2021 10:22

Soal Korupsi Pasar Manggisan Jember, Kejari Sebut Tidak Ada Tersangka Tambahan

Senin, 20 April 2020 19:44 WIB
Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
Soal Korupsi Pasar Manggisan Jember, Kejari Sebut Tidak Ada Tersangka Tambahan
Kepala Kejaksaan Negeri Jember Prima Idwan Mariza saat konferensi pers terkait pelimpahan tahap II berkas perkara kasus korupsi Pasar Manggisan.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul senilai Rp. 7,8 miliar hanya menetapkan 4 orang tersangka dan tidak ada tambahan tersangka lain. Yakni mantan Kepala Disperindag Jember Anas Ma'ruf; pemegang kuasa PT Dita Putri Waranawa Edi Sandhi Abdur Rahman; Direktur Utama PT Maksi Solusi Enjinering Irawan Sugeng Widodo; berikut anak buahnya Muhamad Fariz Nurhidayat.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Jember Prima Idwan Mariza saat konferensi pers terkait pelimpahan tahap II berkas perkara dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut umum, Senin (20/4/2020) siang.

Ia menegaskan, Kejari fokus penuntasan kasus daripada semangat untuk menambah tersangka lain.

"Jaksa tidak menambah tersangka lagi dari pihak lain. Meskipun diketahui, jaksa pernah menyita dokumen dan data di unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ) dan memeriksa sejumlah pejabat yang disebut mengetahui rencana dan pelaksanaan Pasar Manggisan," jelasnya.

"Untuk pejabat teras lainnya yang pernah diperiksa, hanya sebagai saksi terkait kasus tersebut," sambungnya.

Menurutnya, para tersangka adalah pihak paling bertanggung jawab. "Sehingga tidak harus semangat memasukkan orang ke penjara. Tapi, membawa manfaat adanya kepastian hukum," tegasnya.

Prima menjelaskan, keterlibatan tersangka terkait kasus korupsi proyek itu, lebih pada penjelasan mengenai peran masing-masing yang berbeda.

Anas Ma'ruf dijerat lantaran merangkap pengguna anggaran sekaligus pejabat pembuat komitmen; Edi Sandhi Abdur Rahman pelaksana fisik bangunan; serta Irawan Sugeng Widodo bersama Muhamad Fariz Nurhidayat menangani jasa konsultan perencanaan dan juga pengawasan.

Kendati jumlah tersangka sedikit, namun hasil perhitungan kerugian keuangan negara meningkat. "Jika semula hanya Rp 685 juta, saat ini berubah ke angka Rp 1,3 Miliar," terangnya.

Prima juga menerangkan, bahwa kasus bisa berkembang dan bahkan bertambah ke tersangka baru, tergantung pembuktian nanti di persidangan. "Kalau di penuntutan, persidangan ada perkembangan, itu lain lagi. Yang penting aturan normanya, aturan hukumnya kita ikuti," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan menjadi perhatian serius, setelah Muhamad Fariz Nurhidayat sebagai salah satu tersangka blak-blakan perihal modus korupsi Pasar Manggisan.

Bahkan terungkap, Fariz sampai mengajukan diri supaya bisa menjadi justice collaborator, serta meminta bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Bahkan saat dikunjungi Panitia Hak Angket DPRD Jember, Fariz menceritakan banyak proyek yang sengaja sejak awal dirancang sebagai ajang korupsi.

Pengondisian terjadi di rumah dinas Bupati Jember yang melibatkan Bupati berikut sejumlah pejabat kepercayaan. Bahkan berbunyi jika bupati menerima fee 10 persen atas proyek tersebut. (ata/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...