Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Seorang warga perantau Kabupaten Sumenep yang meninggal dunia saat perjalanan pulang kampung dari Tangerang menuju Sumenep, sementara dinyatakan negatif penyakit menular. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan sementara.
Warga yang meninggal dunia belum terindikasi terjangkit virus Covid-19, karena hingga saat ini, tidak ada fakta yang menyebutkan bahwa jenazah positif virus Corona, sehingga masyarakat diminta tidak resah.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Hal ini disampaikan Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K. saat Konferensi Pers di Gedung Media Center Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di komplek Rumah Dinas Bupati Sumenep, Kamis (16/04/2020).
“Warga yang meninggal saat ini tidak ada fakta yang menyebutkan bahwa jenazah positif virus corona,” ungkapnya.
Hal itu berdasarkan surat keterangan kematian dari Rumah Sakit dr. Soetomo, bahwa yang bersangkutan belum dipastikan meninggal akibat Covid-19. Mengingat, pihak rumah sakit tidak bisa memeriksa jenazah, karena perjalanan darat dari Ngawi menuju RS dr. Soetomo Surabaya cukup lama, menyebabkan kondisi jenazah sudah mengalami lebam mayat.
“Petugas tidak bisa mengambil sampel darahnya, karena sudah mengalami kerusakan. Untuk itulah, sebagai upaya pencegahan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memutuskan untuk melakukan proses pemakaman dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19,” ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




