Achmad Fauzi Wongsojudo, Bupati Sumenep
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo berencana melaporkan tumpahan minyak minyak mentah kelapa sawit (CPO) di pesisir utara Pulau Gili Iyang ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur.
Menurut Bupati Fauzi, langkah tersebut ditempuh karena kewenangan pengelolaan laut serta penanganan risiko pencemaran lingkungan berada di tingkat provinsi.
BACA JUGA:
- Angkut Penumpang dengan Pikap Masih Marak di Sumenep, Keselamatan Jadi Sorotan
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
“Nanti akan kami laporkan ke DLH Provinsi, karena kewenangan laut dan risiko pencemaran lingkungannya ada di wilayah mereka,” kata Fauzi di Sumenep, Jumat (23/1/2026).
Selain pelaporan, Pemkab Sumenep juga mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir dan nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tumpahan minyak tersebut.
“Kami minta warga tetap waspada. Kalau bisa tidak mendekati area tumpahan untuk sementara waktu demi keselamatan dan kesehatan,” ujarnya.
Fauzi menegaskan, tumpahan CPO di laut merupakan persoalan serius karena berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat.
“Tumpahan CPO ini bisa berdampak besar, mulai dari pencemaran laut, kerusakan ekosistem, sampai terganggunya mata pencaharian nelayan,” ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




