Petugas dari URC BPBD Kabupaten Kediri saat berada di lapangan. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tujuh (7) siswa SMP hanyut saat mandi di sungai Brantas, Kabupaten Kediri, Ahad (12/4). Dari 7 anak yang hanyut, 6 anak berhasil selamat. Sedangkan 1 korban bernama Rahmad Ramadani (15), warga Dusun Tlukan, Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, sampai berita ini dikirim 22.00 WIB belum ditemukan.
Komandan URC BP BPBD Kabupaten Kediri, Windoko menjelaskan, kejadian itu bermula saat ketujuh anak itu mandi di sungai Brantas, Minggu (12/4) pukul 14.30 WIB.
BACA JUGA:
- Peringati WCD 2025, Wali Kota dan Wawali Kediri Tuangkan Eco Enzym di Sungai Brantas
- Cari Remaja Hilang di Sungai Brantas, Tim SAR Kerahkan 35 Personel
- Remaja Terseret Arus Sungai Brantas di Blitar, Tim SAR Gabungan Bersiap di Posko Pencarian
- Polres Gresik Terjunkan Tim Pencari Perempuan yang Diduga Bunuh Diri di Sungai Brantas
"Saat itu, korban bersama enam orang temannya, mandi di sungai Brantas. Lokasi awal di Dusun Ngrombeh, Desa Jambean Kecamatan Keras. Terakhir mereka melihat korban ada di dekat pompa air PG Ngadirejo, karena mereka bertujuh hanyut terbawa arus air Kali Brantas," kata Windoko, Ahad (12/4) malam.
Setelah itu, lanjut Windoko, mereka minta tolong penduduk setempat, karena saat itu korban sudah tidak bisa dilihat. Korban terakhir terlihat kira-kira pukul 15.30 WIB
"Sampai malam ini petugas kami, dibantu warga masih berada di lapangan," ujar Windoko.
Bahkan beberapa relawan sudah berada di bawah jembatan Semampir, Kota Kediri, ikut terjun membantu petugas. Jarak antara TKP awal dan Jembatan Semampir sekitar 20 - 25 km. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




