TAKZIAH: Wabup Nur Ahmad mengunjungi rumah almarhumah Rukhiyati, di Desa Watu Tulis Prambon, Sabtu (11/4). foto: ist
Wabup pun meminta warga tidak perlu lagi khawatir dan panik, karena suami dan anak almarhumah, sudah dilakukan Rapid Test, dan hasilnya negatif Covid-19. Selain itu, rombongan wabup juga berdoa bersama untuk almarhumah Rukhiyati.
"Saya mohon masyarakat tidak asal percaya pada informasi yang tidak benar yang sudah beredar. Keluarga nanti juga akan menerima surat keterangan hasil tes lab swab dari Dinas Kesehatan, kalau almarhumah dinyatakan negatif Covid-19," tandas Cak Nur, panggilan karib Nur Ahmad Syaifuddin.
Soal almarhumah dimakamkan dengan prosedur protokol pemakaman Covid-19, karena pasien tersebut meninggal dalam status PDP. Pasien tersebut meninggal sebelum hasil tes lab swab keluar, maka Pemkab Sidoarjo melalui Dinkes memakamkan dengan prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.
"Semua pasien yang status PDP, jika meninggal akan dimakamkan dengan prosedur Covid-19, karena aturannya memang demikian," tandas politikus PKB ini.
Sementara itu, surat keterangan hasil tes lab akan diterima keluarga korban pada 13 April 2020 nanti. Saat ini masih dilakukan proses pendataan administrasi oleh Dinkes Sidoarjo.
“Hari Senin (13/4), keluarga Rukhiyati akan kami berikan surat keterangan, bahwa almarhumah meninggal bukan karena positif Covid-19. Sekaligus hasil tes lab swab yang menyatakan jika almarhumah negatif Covid-19,” beber Kepala Dinkes Sidoarjo, drg. Syaf Satriawarman, S.Pros. (sta)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




