Jumat, 05 Juni 2020 15:55

Screening Penumpang Bis, Pendatang dari Bali Terdeteksi Suhu Badannya 38 Derajat Celsius

Senin, 30 Maret 2020 11:47 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yudi Indrawan
Screening Penumpang Bis, Pendatang dari Bali Terdeteksi Suhu Badannya 38 Derajat Celsius
Petugas kesehatan melakukan screening di terminal Pakusari Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pasca Jember menetapkan wabah virus Corona (Covid-19) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), terminal di wilayah Jember memberlakukan screening bagi penumpang bis ataupun warga yang masuk wilayah Jember.

Seperti yang tampak di Terminal Pakusari, petugas kesehatan dari puskesmas setempat didampingi anggota polisi melakukan sceeening kesehatan kepada seluruh penumpang bis. Diketahui dari salah satu penumpang bis asal Bali, mengalami demam dan terdeteksi suhu tubuhnya 38 derajat celcius.

"Sabtu (29/3/2020) kemarin ada satu penumpang bus dari 12 orang lainnya diperiksa dan suhunya 38 derajat celcius," kata salah seorang Petugas Puskesmas Pakusari yang enggan disebutkan namanya, Senin (30/3/2020) pagi.

Dia menyebutkan, penumpang bis asal Bali itu langsung dilakukan tindakan medis. "Dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa lebih lanjut. Sedangkan 11 orang lainnya suhu badan normal dan melanjutkan perjalanan," lanjutnya.

Sementara itu diketahui sebelumnya, Bupati Jember menetapkan status Jember menjadi KLB, dan memberlakukan screening ketat untuk seluruh masyarakat yang keluar masuk wilayah Jember mulai Minggu (29/3/2020) kemarin.

Faida mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk melakukan screening di lima pintu perbatasan Jember. Jika saat screening ditemukan masyarakat yang menunjukkan gejala seperti suhu tubuh tinggi atau telah melakukan perjalanan dari zona merah, maka akan dikarantina.

"Karantina itu dilakukan untuk mereka yang berstatus ODR dan ODP selama waktu yang ditentukan hingga terbukti sehat," kata Faida.

Faida juga menambahkan, pihaknya akan menutup tempat-tempat keramaian, seperti pasar hewan dan pasar yang menjual bahan kering. Sedangkan pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari, boleh beroperasi dengan waktu maksimal tiga jam.

"Selain itu, untuk penjual makanan secara online masih diperbolehkan. Sehingga kita apresiasi tugas dari ojek online, dan masyarakat kami minta tetap tenang," katanya.

Faida menambahkan, kegiatan yang mengundang keramaian seperti pengajian atau resepsi pernikahan wajib ditiadakan atau ditunda. Ia pun mengajak masyarakat agar mau bekerja sama dengan pemerintah.

"Sehingga mari kita untuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah hingga situasi aman terkendali," tandasnya. (ata/yud/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...