Rabu, 05 Agustus 2020 14:28

Tanya-Jawab Islam: Hukum Perkawinan Jika Suami Murtad

Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
Editor: Redaksi
Tanya-Jawab Islam: Hukum Perkawinan Jika Suami Murtad
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA.

>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Tanya:

Assalamulaikum wr wb. saya mau tanya..ada sepasang suami istri namun di tengah perjalanan rumah tangga sang suami murtad dan tidak kembali ke agama islam lalu menghilang. Namun setelah 5 tahun, istri baru mengurus perceraian. Yang saya tanyakan, dimulai dari mana untuk perhitungan masa iddah sang istri. dimulai setelah akta cerai keluar dari pengadilan atau ketika suami murtad. Terima kasih saya sangat membutuhkan jawabannya. (arief di jambangan surabaya)

Jawab:

Dalam hukum fiqih, jika suami murtad di tengah-tengah masa perkawinan dapat diperinci menjadi dua kategori. Pertama, jika ia murtad sebelum dukhul (berhubungan badan dengan istri) maka terjadilah fasakh (batal) pernikahan demi hukum. Murtad dalam kategori ini, istri yang tetap muslimah ini tidak memiliki masa iddah dengan suaminya yang telah murtad itu. Artinya suami tadi tidak bisa kembali kepada istrinya sama sekali. Kalau talak itu perceraian, namun fasakh itu pembatalan pernikahan demi hukum. Tapi istri ini tetap memiliki iddah dengan orang lain yang akan menikahinya dihitung dari murtadnya mantan suami.

Alasan dari para ulama adalah bahwa orang murtad itu diqiyaskan dengan orang mati, dan orang mati bukan obyek untuk perkawinan. Allah juga berfirman, “Dan Janganlah kalian berpegangan dengan tali perkawinan dengan orang-orang kafir”. (Qs. Al-Mumtahanah: 10).

Kedua, jika ia murtad sesudah dukhul, maka pernikahannya ditangguhkan dahulu sampai masa iddah. Jika ia bersyahadat dan bertaubat, alias masuk Islam kembali di dalam masa iddah, maka perkawinannya masih sah dan tidak perlu memperbaharui akad nikah lagi.

Artinya belum terjadi perceraian. Namun, jika ia masuk Islamnya setelah masa iddah, maka sudah dianggap bercerai sejak ia murtad dan sudah dianggap jatuh satu talak. Jika ia ingin kembali, harus dilakukan akad pernikahan baru. (al-Mughni VI:639).

Walapun juga di sana ada ulama Hanafiyah yang berpandangan bahwa tidak ada bedanya ia murtad sesudah dukhul apa sebelumnya, pokoknya kalau murtad terjadilah fasakh (pembatalan) pernikahan. (Bada’i al-Shana’i II:337).

Dan Ibnu Taimiyah malah memiliki pandangan kebalikannya, bahwa seseorang yang murtad maka hukum perkawinannya ditangguhkan dulu, tidak fasakh, baik sudah didukhul ataupun belum. Beliau berdalih bahwa banyak di masa Rasul SAW orang yang murtad ketika kembali masuk Islam atau istrinya masuk Islam lebih dulu baru kemudian suaminya, mereka tidak dinikahkan ulang oleh Rasul SAW. (Mughni al-Mukhtaj III: 90).

Dari keterangan ini, masalah yang Bapak tanyakan di atas adalah masa iddah wanita itu tentu dihitung sejak suaminya murtad, bukan sejak mengurus perceraiannya di pengadilan. Sebab pada dasarnya pembatalan atau penangguhan pernikahan sehingga talak itu terjadi pada saat suaminya murtad, bukan pada saat istrinya mulai mengurus surat-surat. Wallahu a’lam.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...