Rabu, 03 Juni 2020 01:35

Cegah Corona, Dua RSUD di Blitar Batasi Jumlah Penunggu dan Pembesuk

Senin, 16 Maret 2020 14:38 WIB
Editor: .
Wartawan: Akina Nur Alana
Cegah Corona, Dua RSUD di Blitar Batasi Jumlah Penunggu dan Pembesuk
RSUD Ngudi Waluyo di Kecamatan Wlingi, Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar membatasi jumlah penunggu dan pembesuk pasien. Hal ini menyusul mulai merebaknya virus corona di sejumlah daerah di Indonesia.

Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Ramiadji mengatakan, pembatasan jumlah pembesuk merupakan salah satu persiapan yang dilakukan RSUD Mardi Waluyo untuk mencegah virus corona.

"Kalau kita ada persiapan tersendiri, ada beberapa perlakuan yang harus kita ubah. Pengunjung yang akan membesuk semula tak dibatasi jumlahnya, sekarang kita batasi jadi satu saja. Waktu berkunjung juga akan kami batasi, sehingga kontak dengan pasien tidak lama," terang Ramiadji, Senin (16/3/2020).

RSUD Mardi Waluyo juga memberlakukan peraturan kepada pengunjung yang sedang batuk atau flu untuk menggunakan masker. Pihaknya juga menyiapkan pendeteksi suhu badan sebelum memasuki area rumah sakit.

"Siapa pun yang datang ke rumah sakit yang kondisinya sedang batuk atau flu kita sarankan pakai masker. Kemudian kita juga siapkan pendeteksi suhu tubuh. Kami berharap pengunjung tidak jadi sumber penyebaran penyakit. Karena orang yang dirawat kan daya tahan tubuhnya rendah, jangan sampai sudah sakit malah kena virus," tegasnya.

Hal serupa diberlakukan di rumah sakit plat merah milik Pemerintah Kabupaten Blitar, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Sebagai peningkatan kewaspadaan covid-19, pihak rumah sakit juga memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung atau pembesuk dan penunggu pasien hanya satu orang.

"Pembesuk kami berlakukan sistem bergantian, jadi masuknya satu per satu. Kalau penunggu hanya satu," kata Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami.

Selain membatasi jumlah penunggu dan pembesuk, mereka yang memasuki rumah sakit juga wajib lolos screening di pos penjagaan. Tak hanya sekali, setelah lolos dari pos penjagaan, pengunjung kembali diperiksa sebelum memasuki ruangan.

"Penunggu dan pasien juga wajib memakai masker. Untuk pembesuk kalau memang mengalami gejala flu juga wajib pakai masker. Jika tidak, pembesuk tidak wajib memakai masker," pungkasnya. (ina)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...