Sabtu, 11 Juli 2020 08:09

Semen Indonesia Latih Petani Green Belt Dudidaya Buah

Jumat, 13 Maret 2020 22:18 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Semen Indonesia Latih Petani Green Belt Dudidaya Buah

TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban terus berkomitmen dalam melakukan pemberdayaan bagi masyarakat sekitar wilayah pengembangan perusahaan. Salah satunya di bidang pertanian, dengan melakukan pembelajaran budidaya tanaman konsumtif seperti kelengkeng, anggur, dan jeruk. 

Tak tanggung-tanggung, kali ini perusahaan mendatangkan tenaga ahli dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropik (Balitjestro) untuk memberikan pendampingan dan pengawalan teknologi inovatif kepada 25 orang perwakilan Petani Green Belt bertempat di lahan pasca tambang Semen Indonesia.

Kerja sama antara SIG dengan Balitjestro ini juga meliputi pembuatan Demontration Plot (Demplot) di lahan Green Belt SIG Pabrik Tuban. Demplot itu nantinya akan dikelola dan diawasi langsung oleh tim dari Balitjestro dengan melibatkan Petani Green Belt, sehingga bisa menjadi sarana pembelajaran para petani.

General Manager of Mining & Raw Material, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk - Pabrik Tuban, Musiran berharap peserta mampu mengembangkan ilmu yang didapat dan menularkan kepada seluruh anggota kelompoknya.

“Saat ini jumlah anggota Petani Gren Belt tercatat sebanyak 500 orang lebih, di mana seluruhnya masyarakat yang berdomisili di sekitar perusahaan,” ujar Musiran, Jumat (13/3).

Sejalan dengan penyelenggaraan pelatihan di atas, peserta yang mewakili pada tahap pertama ini SIG membuat demplot seluas sekitar 3 hektare di lahan pasca tambang yang ditanami tanaman anggur sebanyak 250 pohon, kelengkeng sebanyak 150 pohon, dan tanaman jeruk sebanyak 150 pohon.

“Sedangkan luas lahan greenbelt yang dikerjasamakan dengan Balitjestro seluas 7,75 hektare,” tandasnya.

Greenbelt merupakan sabuk hijau yang mengelilingi bagian luar area tambang. Total luas greenbelt saat ini berkisar 98,53 hektare yang dikelola oleh kelompok-kelompok petani di sekitar perusahaan dan telah menjadi lahan pertanian yang subur. Perusahaan pun memberikan izin secara gratis untuk para petani agar memanfaatkan lahan greenbelt. Hasil pertaniannya pun sepenuhnya untuk petani penggarap.

Kepala Balitjestro, Harwanto menjelaskan, Balitjestro ditugaskan oleh Kementerian Pertanian untuk berinovasi dalam bidang pertanian. Selain itu, juga ditugaskan untuk menjalin sinergi dengan semua pihak untuk memajukan petani.

Pihaknya bakal mendampingi petani selama 3 tahun ke depan untuk memberikan pengetahuan, baik sisi teori maupun praktik terkait sistem penanaman anggur, kelengkeng, jeruk, dan berbagai tanaman lainnya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat sekitar di wilayah sekitar perusahaan.

“Lahan pasca tambang semen itu image-nya lahan yang tidak berguna dan kritis. Tapi setelah kita kaji lebih jauh, lahan bekas tambang milik Semen Indonesia ini masih bisa kita gunakan untuk budidaya tanaman,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji, berharap lahan Green Belt ini dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar perusahaan. Sebab, lahan bekas tambang perusahaan semen terbesar ini juga memiliki banyak embung air yang tidak pernah kering sepanjang tahun.

“Tinggal kita bagaimana cara memanfaatkannya,” ujar Murtadji. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...