Poster bergambar Qosim-Anha mulai berseliweran di medsos.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dinamika politik menjelang Pilbup Gresik 2020 masih sangat dinamis. Sebab, hingga kini belum ada koalisi ataupun parpol yang memastikan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati untuk diusung.
"Saya pastikan semua parpol di Gresik sampai detik ini masih dinamis, masih peluang berkoalisi untuk mengusung pasangan calon. Mengapa? Sebab, sampai detik ini saya pastikan DPP belum satu pun yang tetah fix untuk menentukan rekom ke bacabup atau bacawabup," ujar sumber terpercaya kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (11/3).
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Ketua PDIP Gresik: DPP Perintahkan Tegak Lurus
- Bupati Gresik Ikut Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Anha: Dia Bupati Golkar
- Digelar 26 Februari, Tempat Pelantikan Gus Yani-Bu Min Tunggu Hasil Rapat dengan Gubernur
- PDIP Gresik Gelar Tasyakuran Jelang Pelantikan Gus Yani - Bu Min 17 Februari Mendatang
Menurut sumber tersebut, saat ini di tataran tingkat DPP ada tiga parpol yang tengah membangun koalisi. Yakni PKB, Golkar, dan PDIP. Wacananya, ketiga parpol itu hendak mengusung duet Ketua PKB Gresik, Moh. Qosim dan Ketua DPD Golkar Gresik, Ahmad Nurhamim (Anha).
"Itu simulasi awal yang tengah ditawarkan. Untuk kebenarannya, mari kita tunggu ketika rekom DPP tiga parpol tersebut turun," pungkasnya.
Sementara Wakil Ketua DPD Golkar Gresik Bidang Hukum dan HAM, Andi Fajar Yulianto, S.H. membenarkan kalau dinamika politik di Gresik masih sangat dinamis. "Antara parpol satu dan lainnya masih peluang berkoalisi dengan parpol lain," ujar Fajar.
Fajar juga tak menampik jika di tingkat DPP juga ada penjajakan koalisi untuk mempersiapkan pasangan bacabup dan bacawabup menghadapi Pilbup Gresik 2020.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




