Kondisi tanggul Sungai Grindulu di Dusun Ngawen, Desa Semanten yang mengalami keretakan cukup parah.
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Tanggul pada daerah aliran sungai (DAS) Grindulu mengalami keretakan cukup parah, akibat bencana banjir yang terjadi pada 23 Januari lalu. Hal ini membuat 25 rumah di Dusun Ngawen, Desa Semanten, Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan, terancam hanyut.
Bahkan, satu puskesmas pembantu yang berlokasi tak jauh dari bantaran sungai, untuk sementara waktu harus dikosongkan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi robohnya bangunan gedung jika sewaktu-waktu terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
- Oknum Anggota Polres Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Wanita, Kabid Humas Polda: Sudah Ditahan
Kepala Desa Semanten, Muhammad Syarifuddin Hidayat saat dikonfirmasi awak media mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat adanya bencana alam di desanya kepada Pemkab Pacitan. Surat bernomor 141/10/408.64.19/2020 tentang Laporan Bencana Alam tersebut juga disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) DAS Solo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Camat Pacitan.
"Isi surat tersebut kami sampaikan, bahwa bencana banjir yang terjadi pada 23 Januari lalu mengakibatkan DAS Sungai Grindulu mengalami keretakan cukup parah. Adapun lokasinya berada di Dusun Ngawen, Desa Semanten," ujar kades yang akrab disapa Ipud ini, Kamis (27/2).
Retakan tersebut, lanjut dia, sangat memprihatikan. Benturan sangat terbuka mengakibatkan penyangga menjadi kendur atau melemah. Kondisi ini memicu terjadinya erosi berkelanjutan.
"Beberapa rumah termasuk puskesmas pembantu saat ini harus dikosongkan. Mengingat seandainya terjadi banjir susulan, bangunan tersebut bisa hanyut terbawa air. Sebab lokasinya memang berada di bibir sungai," jelas Syarifuddin Hidayat.
"Kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, agar lebih waspada dan bersiap mengungsi seandainya terjadi hujan dengan intensitas tinggi," bebernya.






