Minggu, 12 Juli 2020 12:38

Akun Penghina Bupati Tuban di Medsos Dilaporkan Polisi

Senin, 24 Februari 2020 20:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Akun Penghina Bupati Tuban di Medsos Dilaporkan Polisi
Jajaran pengurus GP Ansor dan Perwakilan Pemuda Milenial Kabupaten Tuban menunjukkan bukti laporan ke kepolisian.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Jajaran pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Perwakilan Pemuda Milenial Kabupaten Tuban melaporkan akun media sosial yang memposting ujaran kebencian di media sosial (medsos) ke Mapolres setempat, Senin (24/2).

Akun media sosial facebook tersebut bernama Sai Mo. Dalam postingannya, ia menyampaikan kritikan pedas terhadap Bupati Tuban H. Fathul Huda dan bernada ujaran kebencian. Sontak, komentar pedas yang ditulis akun Sai Mo itu langsung viral di grup Facebook Media Informasi Orang Tuban (MIOT) beberapa waktu lalu.

Tidak terima dengan komentar berbau cemoohan itu, pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Perwakilan Pemuda Milenial Tuban geram sehingga melaporkan ke Polres setempat.

"Saya selaku santri tidak terima kiai saya Fathul Huda dikatakan seperti itu, dikatakan seperti binatang," kata Ketua GP Ansor Kabupaten Tuban, Ahmad Ja'far kepada BANGSAONLINE.com.

Gus Afa, begitu ia biasa dipanggil, mengatakan ujaran kebencian kepada Bupati Tuban dua periode itu berawal dari postingan salah satu akun facebook bernama Ozie Sam yang menulis narasi berbunyi 'Sayangilah rakyat kecilmu pak. Nyawa kami cuma satu, jaga nama baik Tuban, lengkap dengan gambar jalan raya yang rusak'.

Setelah ada postingan ini kemudian pada pukul 20.20 WIB akun Facebook bernama Sai Mo berkomentar yang jelek-jelek dan menyasar kepada Bupati Tuban. Dalam komentarnya, akun Sai Mo menuliskan 'Bupatine keturunan a***g kui dadi kelakuane kyok a***g' serta 'Bupati A** Kuwi gak ngerti doso, ngerti agama ngk ngerti doso'.

"Awalnya postingan biasa tentang jalan rusak, tapi akun ini sudah keterlaluan dalam berkomentar di Facebook," jelasnya.

Menurut Afa, pelaporan akun Facebook Sai Mo ke polisi, untuk memberikan efek jera bagi pemilik akun tersebut. Serta memberikan peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan medsos.

"Ini sebagai pelajaran bagi pengguna media sosial agar tetap bijak dalam bermedia sosial dan tidak ngawur dalam mengunggah postingan," imbuhnya.

Adapun barang bukti yang dijadikan dasar pelaporan yakni berupa screenshot akun Facebook Sai Mo lengkap dengan kata-kata yang ia tulis di kolom komentar group Facebook MIOT.

"Harusnya bijak ia bermedia sosial, karena kita tahu jalan Pantura Surabaya-Semarang itu kan bukan ranah atau kewenangan pemerintah daerah, tapi itu pusat, dan harapan kami semoga pihak kepolisian segera memproses kasus ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri membenarkan adanya pelaporan ujaran kebencian yang dilakukan salah satu akun di media sosial. Pihaknya telah menerima berkas pelaporan dan segera menindaklanjutinya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Berkas laporan sudah kami terima untul dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut," tutupnya. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...