Jumat, 10 Juli 2020 23:14

​Tiga Muallaf Bersyahadat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Jumat, 21 Februari 2020 14:59 WIB
Editor: MA
​Tiga Muallaf Bersyahadat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya
Maria Natalia Kusuma Wijaya (paling kanan pegang mic), Yani (tengah), dan Yohanes Arif Kuncoro (paling kiri) di depan Dr. KH. Ahmad Sujak, Ketua BPP Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jumat (21/2/2020). foto: MA/bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tiga muallaf mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Akbar Surabaya usai salat Jumat (21/2/2020). Mereka antara lain: Maria Natalia Kusuma Wijaya. Wanita etnis Tionghoa kelahiran Madiun 14 Desember 1990 itu semula beragama Katolik.

Ia mengaku tertarik ajaran Islam setelah berteman dengan seorang lelaki yang kini menjadi calon suaminya. “Tapi saya masuk Islam bukan karena mau nikah. Tapi memang meyakini Islam,” kata Maria Natalia di depan Dr KH Ahmad Sujak, Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya yang memandu proses persyahadatan mereka.

(Dr. KH. Ahmad Sujak memberikan cinderamata kepada para muallaf. foto: MA/ bangsaonline.com)

Sebelum pembacaan dua kalimat syahadat, Kiai Ahmad Sujak merpertanyakan kenapa masuk Islam. Apa motif dan tujuannya. “Kalau hanya karena mau nikah, nanti kalau cerai kembali lagi ke agama asal,” kata Kiai Ahmad Sujak.

Wanita berparas cantik berkulit putih itu dengan tegas menyatakan tidak mungkin. Karena ia masuk Islam bukan karena faktor mau nikah, tapi karena meyakini Islam sebagai agama yang benar. “Saya sudah mempelajari Islam,” kata Maria Natalia.

Kiai Ahmad Sujak lalu mempersilakan. Maria Natalia pun mengucapkan dua kalimat syahadat dengan dipandu Kiai Ahmad Sujak.

(Para muallaf tandatangan surat keterangan bahwa mereka sudah masuk Islam. foto: MA/bangsaonline.com)

Selain Maria Natalia, Yohanes Arif Kuncoro juga mengucapkan dua kalimat syahadat . Pemuda kelahiran kota Surabaya 1995 itu semula beragama Kristen Katolik. Ia juga mengaku sudah mempelajari Islam sebelum akhirnya memutuskan bersyahadat.

Selain Maria Natalia dan Yohanes, juga Yani. Berbeda dengan Maria Natia dan Yohanes yang semula beragama Katolik, Yani beragama Hindu. Ia juga mengaku sudah lama tertarik dengan Islam. Karena itu sebelum berikrar membaca syahadat ia mempelajari seperti apa Islam itu.

Proses ikrar pembacaan syahadat tiga mu’allaf itu selain disaksikan para jamaah salat Jumat yang belum pulang, juga disaksikan para saksi yang dibawa tiga mu’allaf itu masing-masing. Mereka memang membawa saksi masing-masing ke Masjid Al-Akbar Kota Surabaya.

Para mu’allaf itu lalu menandatangi Surat Keterangan bahwa mereka sudah masuk Islam dengan membaca dua kali syahdat di Masjid Al-Akbar Surabaya. Para saksi yang mereka juga ikut tandatangan sebagai saksi dalam Surat Keterangan yang disiapkan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Terakhir, Kiai Ahmad Sujak mendoakan mereka yang diamaini semau yang hadir. Lalu disusul pemberian cindera mata dari Masjid Al-Akbar Surabaya. (MA) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...