Para santri TPQ Maftakhussuluk saat belajar mengaji di Masjid SMKN 1 Tanjunganom. Foto: DEWI TALITHA N. N./ BANGSAONLINE
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - TPQ Maftakhussuluk di Masjid SMKN 1 Tanjunganom, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, menjadi perhatian banyak orang karena keunikannya.
Berbeda dengan TPQ lain yang biasanya berada di lingkungan pesantren atau masjid perkampungan, TPQ ini justru terletak di masjid milik sekolah yang berdiri tepat di pinggir jalan raya.
BACA JUGA:
- Film Pesta Babi di Nganjuk Disambut Antusias Penonton
- HUT ke-1089 Nganjuk, Bupati Tekankan Sejarah Manusuk Sima dan Ajak Warga Bersinergi
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
Letaknya yang strategis membuat banyak orang yang melintas sering melihat aktivitas belajar mengaji di dalamnya.
Namun, hal yang paling mencuri perhatian adalah kondisi masjidnya yang tidak memiliki tembok.
Masjid ini memang didesain terbuka, sehingga udara bebas masuk dan keluar tanpa penghalang.
Para santri yang belajar di dalamnya bisa merasakan suasana yang lebih segar dan nyaman dibandingkan dengan ruang kelas tertutup.
Uniknya lagi, meskipun berada di dekat jalan raya yang ramai, suasana belajar tetap khidmat dan para santri tetap fokus dalam membaca Al-Qur’an.
Keunikan ini membuat TPQ Maftakhussuluk terasa lebih istimewa. Biasanya, masjid sekolah hanya digunakan oleh siswa untuk salat dan kegiatan keagamaan internal. Tetapi di SMKN 1 Tanjunganom, masjidnya difungsikan sebagai tempat belajar Al-Qur’an bagi masyarakat sekitar.
Tidak ada batasan antara dunia luar dan kegiatan belajar, menciptakan suasana mengaji yang lebih interaktif dan terbuka.
Metode pembelajaran di TPQ ini juga tak kalah unik. Para santri diajarkan membaca jilid dengan menggunakan ketukan kayu sebagai panduan tajwid.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




