Bupati Marhaen Djumadi saat memimpin upacara hari jadi Kabupaten Nganjuk ke-1089 di Alun-alun. Foto: Bambang D J/BANGSAONLINE
NGANJUK,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar upacara peringatan hari jadi ke-1089 di Alun-alun Nganjuk, Jumat (10/4/2026), yang dipimpin langsung Bupati Marhaen Jumadi.
Puncak peringatan hari jadi Kabupaten Nganjuk yang jatuh pada 10 April 2026 ini menjadi agenda tahunan yang menandai usia ke-1089 daerah tersebut.
BACA JUGA:
- Film Pesta Babi di Nganjuk Disambut Antusias Penonton
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
- Kejati Jatim Bekali Ribuan Santri Ponpes Al Ubaidah Wawasan Kebangsaan dan Toleransi Beragama
Selain upacara kenegaraan di Alun-alun Nganjuk, rangkaian peringatan juga diisi dengan tradisi Manusuk Sima yang dilaksanakan di Candi Lor, Kecamatan Loceret.
Tradisi Manusuk Sima merupakan warisan sejarah masyarakat Nganjuk sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pendiri, yakni Empu Sendok, dalam penganugerahan kepada Empu Anjuk Ladang.
"Saya ingin agar para grnerasi muda bisa mengetahui asal muasal, bagai mana berdirinya kota Nganjuk dan jasa atas perjuangan para pendirinya", kata Marhaen, kepada Harian Bangsa, Jumat (10/04).
Ia menjelaskan, Manusuk Sima menjadi penanda awal berdirinya Bumi Anjuk Ladang yang kini dikenal sebagai Nganjuk dan telah berusia 1089 tahun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




