Kamis, 02 April 2020 22:35

Minimalisir Politik Uang, Wabup Sumenep Imbau Tingkatkan Pendidikan

Jumat, 14 Februari 2020 23:10 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Sahlan
Minimalisir Politik Uang, Wabup Sumenep Imbau Tingkatkan Pendidikan
Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat menghadiri Halaqah Kebangsaan di Pendopo Agung, Keraton Sumenep.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Peningkatan pendidikan masyarakat penting untuk meminimalisasi money politic atau politik uang di setiap momen pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), baik Bupati/Wali Kota, Gubernur, Presiden, anggota Legislatif, dan Kepala Desa.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad Fauzi, S.H. Ia mengatakan, faktor tingkat pendidikan menjadi salah satu aspek yang paling banyak berpengaruh dalam menyadarkan masyarakat untuk menolak terhadap rayuan politik uang di setiap momen Pemilihan Umum (Pemilu), tak terkecuali pemilihan Kepala Desa.

“Seluruh lembaga pendidikan formal maupun nonformal, partai politik, dan organisasi kemasyarakatan mempunyai peran penting dalam upaya menyadarkan masyarakat untuk mencegah sekaligus menghindari money politik di setiap Pemilu,” ujarnya pada Halaqah Kebangsaan di Pendopo Agung, Keraton Sumenep, Jumat (14/02/20).

Ia berharap seluruh elemen, baik tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kalangan pelajar, serta pemuda melibatkan dirinya, dalam semua proses pendidikan politik, sekaligus proses pelaksanaan Pemilu. “Seluruh elemen masyarakat agar berperan aktif menyosialisasikan pemberantasan politik uang, bahkan menggalakkan “budaya malu” sebagai gaya hidup kepada kandidat dan kader partai politik termasuk pada juga masyarakat, agar mereka menolak ketika ada tawaran politik uang,” jelasnya. 

Upaya Meminimalisir Praktek Money Politic dan Oligarki pada tahun Politik 2020 di Kabupaten Sumenep diadakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep dengan menghadirkan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumenep.

Kata Fauzi, penyelenggara Pemilu juga mempertajam sosialisasi politik sebagai senjata untuk meminimalisir praktek budaya money politic, karena sosialisasi lebih terkhusus pada penyuluhan tentang sistem, budaya dan persoalan politik lainnya.

“Dengan sosialisasi ini diharapkan bisa menjadi daya tarik masyarakat, untuk merubah budaya money politic yang meresahkan. Karena Pemilu sebagai sebuah mekanisme dalam berdemokrasi, merupakan peristiwa penting untuk memilih pemimpin dalam pemerintahan,” pungkasnya. (aln/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...