Pupuk Bersubsidi Langka, Ribuan Petambak Lamongan Demo dan Ajak Ketua DPRD Turun ke Jalan

Pupuk Bersubsidi Langka, Ribuan Petambak Lamongan Demo dan Ajak Ketua DPRD Turun ke Jalan Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur (putih berkaca mata) dipaksa pendemo untuk ikut turun ke jalan.

“Harga pupuk yang bisanya harga cuma Rp 95 ribu sekarang menjadi Rp 300 ribu dan ini jelas sangat mencekik petani,” ujarnya.

Dikatakan Sukardi, sebelumnya petani mendapatkan subsidi, namun setelah mendengar subsidi akan dicabut harga pupuk menjadi mahal dan sangat memberatkan petani.

Sementara petani tambak dari Kecamatan Turi Sumedi menambahkan, pupuk di daerah begitu sulit dan harganya mahal.

“Biasanya saya mendapatkan harga murah sekarang begitu mahal dan susah didapat, membeli pupuk tidak seperti dulu, sudah dua bulan ini saya rasakan sulit membeli pupuk,” jelasnya.

Dirinya berharap harga pupuk tetap stabil seperti dulu, karena kalau harga masih mahal maka petani terancam merugi dan tidak bisa bertani lagi.

“Segera mungkin di kembalikan seperti semula harga pupuknya dan jangan sampai langka, karena kami petani benar-benar sangat membutuhkan,” katanya.

Bupati Fadeli menegaskan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan para petani tambak Lamongan. "Langkah yang diambil para petambak sangat tepat dan aksi demo ini akan mendukung apa yang selama ini kami perjuangkan sampai ke Kementerian Kelautan dan Pertanian, tapi semuanya butuh proses. Saya yakin apa yang dikehendaki para petambak akan segera terpenuhi," pungkasnya. (qom/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO