Senin, 13 Juli 2020 18:04

Gus Ma'mun: Ponpes Safinda itu Bukan Pesantren NU

Rabu, 05 Februari 2020 09:46 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Muji Harjita
Gus Ma
Ketua PCNU Kabupaten Kediri, KH. Muhammad Ma'mun. (foto: Muji Harjita/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kasus pencabulan yang dilakukan oleh Nukan (38), terhadap santrinya, juga mendapat tanggapan dari Ketua PCNU Kabupaten Kediri, KH. Muhammad Ma'mun.

Dikatakan Gus Ma'mun, demikian panggilan akrab Pengasuh Ponpes Putri Tabassumul Muflihaat, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri itu, Safinatul Huda atau Safinda bukanlah pesantren, lebih-lebih pesantren NU.

"Safinda itu bukan pesantren, tapi metode terjemah Qur'an yang hanya memakai gramatikal," kata Gus Ma'mun, Rabu (5/2/2020).

Menurut Gus Ma'mun, hukum menerjemahkan Al-Quran dengan terjemah maknawiyyah pada dasarnya diperbolehkan karena memang tidak ada larangannya. Yaitu ketika keberadaanya sebagai wasilah (sarana) untuk mengajarkan Al-Quran dan agama Islam kepada orang-orang yang tidak memahami bahasa Arab karena mengajarkan/menyampaikan Al-Quran itu wajib.

"Makanya tidak salah jika Safinda mengajarkan metode terjemahan Al-Qur'an itu. Tapi Safinda itu bukanlah pesantren seperti yang diklaim selama ini," terang Gus Ma'mun.

Masih menurut Gus Ma'mun, dalam dunia pesantren khususnya pesantren salaf, kitab kuning menjadi rujukan utama. Kitab-kitab itu antara lain Kitab Al-Ajurumiyah, Kitab Amtsila At-Tashrifiyah, Kitab Mushtholah Al-Hadits, Kitab Arba’in Nawawi, Kitab Fathil Qorib, Kitab Aqidatul Awam, Kitab Ta’limul Muta’alim.

"Sebenarnya Safinda itu mau kita emong, sambil diingatkan soal ini lewat Rijalul Ansor, tapi malah seperti ini. Jadi, saya mendukung rencana Pemerintah untuk menutup Safinda itu," pungkas Gus Ma'mun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ponpes Safinatul Huda (Safinda) di Dusun Setoyo, Desa Plemahan, Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri bakal ditutup, menyusul kasus pencabulan yang dilakukan oleh Mohammad Nukan, pemilik sekaligus pengasuh, terhadap santriwatinya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Zuhri, saat ditemui usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat di kantor DPRD Kabupaten Kediri, Selasa (4/2/2020), membenarkan akan ditutupnya Pondok Safinda di Plemahan itu.

Menurut Zuhri, pihaknya sudah mengirim surat penutupan terhadap Pondok Pesantren di Plemahan yang pengasuhnya terlibat kasus pencabulan terhadap santriwatinya. (uji/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...