Selasa, 22 September 2020 17:04

Polres Lamongan Imbau Petani Tidak Memasang Listrik Jebakan Tikus

Rabu, 29 Januari 2020 22:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Polres Lamongan Imbau Petani Tidak Memasang Listrik Jebakan Tikus
Kasat Binmas Polres Lamongan AKP Fandil memberikan imbauan.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Polres Lamongan imbau petani Lamongan tidak memasang listrik jebakan tikus di area persawahan. Hal itu disampaikan saat menggelar Forum Group Diskusi (FGD) bertajuk “mengatasi hama tikus tanpa risiko korban manusia” di kantor Kecamatan Pucuk, Rabu (29/1) siang.

Kapolres Lamongan AKBP Harun melalui Kasat Binmas AKP Fandil menjelaskan, hama tikus ini adalah musuh bersama seluruh petani. Tidak hanya di Kecamatan Pucuk, tetapi hampir di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Memang untuk hama tikus bukan hanya di Kecamatan Pucuk, tetapi di lain kecamatan juga ada hama tikus,” ujar mantan Kapolsek Paciran ini.

Dalam forum itu, Fandil mengingatkan bahwa penanganan hama tikus yang dilakukan dengan cara menggunakan aliran listrik berisiko merenggut korban jiwa. Bahkan, saat ini sudah banyak warga yang menjadi korbannya.

“Maka dari itu, mari kita membuat alat atau dengan cara lain, contohnya dengan cara membuat rumah burung hantu atau membuat peraturan desa (perdes) yang isinya tidak boleh memburu binatang yang pemakan tikus,” tegasnya.

"Jika listrik jebakan tikus anda menimbulkan korban jiwa atas kelalaian pemilik, maka bisa dikenakan pasal 359 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun atau kurungan paling alama 1 tahun," paparnya.

“Apabila sangat-sangat terpaksa warga harus memasang jebakan tikus dengan aliran listrik, wajib memasang tulisan atau plang dan harus dijaga setiap saat. Selain itu, juga harus meminta izin ke PLN untuk aliran listriknya, karena juga bertentangan dengan Undang-Undang pelistrikan,” jelasnya

Camat Pucuk Dedi Dian Ali pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kepedulian pihak kepolisian dengan para petani.

“Selama ini memang sering terjadi kesetrum dan mengakibatkan warga meninggal dunia. Mari kita anggarkan untuk membuat rumah burung hantu. Kalau bisa kita beli burung hantu untuk mengatasi adanya hama tikus,” ujarnya

“Semua kepala desa dan pejabat Pemerintahan Desa silakan menganggarkan dana untuk pembuatan rumah burung hantu dan kalau bisa sekaligus untuk beli burungnya,” pungkasnya. (qom/rev) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...