Senin, 24 Februari 2020 08:38

Sempat Terganggu Bunyi Sound dari Pendapa, Pengunjuk Rasa Ancam Gelar Aksi Lanjutan Jumat Besok

Selasa, 21 Januari 2020 15:42 WIB
Editor: .
Wartawan: Muhammad Hatta
Sempat Terganggu Bunyi Sound dari Pendapa, Pengunjuk Rasa Ancam Gelar Aksi Lanjutan Jumat Besok
Aksi demo di depan Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (21/1/2020).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Sekelompok warga yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Reformasi Jember (GRJ) menggelar aksi unjuk rasa (unras) di depan Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (21/1/2020). Dalam aksi unras tersebut, para peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasinya dan memaparkan segala persoalan yang dihadapi Jember sejak kepemimpinan Faida sebagai bupati. Mereka menilai kepemimpinan Bupati Faida gagal.

Sejumlah pamflet dipagikan para demonstran kepada warga yang melintas. Pamflet itu berisi informasi pencairan dana dari APBD 2018 senilai Rp 570 juta yang diterima tunai oleh Abdul Rochim, suami Bupati Faida, dengan dalih untuk Yayasan Rumah Sakit Bina Sehat.

Para pengunjuk rasa juga menyorot konflik kepentingan, lantaran masuknya Bupati Faida dalam tim Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa yang bertugas melelang proyek Pemerintah Kabupaten Jember.

Mereka pun mendesak kepada Mendagri melanjutkan pemeriksaan khusus yang terbit pada 11 Oktober 2019 dengan merekomendasikan pencabutan 30 Peraturan Bupati dan 17 Surat Keputusan Bupati.

"Kami juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan audit investigatif atas potensi kerugian keuangan negara akibat kesalahan struktur organisasi dan tata kerja Pemerintah Kabupaten Jember sejak tahun 2019," kata Korlap Aksi Kustiono Musri di sela aksinya.

Demonstran juga mendesak lembaga penegak hukum menyelidiki pengadaan barang dan jasa yang disinyalir melibatkan Bupati Jember bersama sejumlah kroni-kroninya.

Suasana unjuk rasa sempat memanas, karena demonstran merasa terganggu dengan pengeras suara dari dalam pendopo. Mereka mengancam akan masuk ke pendopo. Seketika ancaman itu membuat pengeras suara dari dalam rumah dinas bupati itu berhenti.

"Karena Bupati Faida selalu memaksakan kehendak. Itu uang rakyat, bukan uang pribadinya. Tapi, tidak ada ruang bagi rakyat untuk terlibat merencanakan alokasi anggaran pembangunan," tudingnya.

Ia mengungkapkan, keterlambatan APBD terjadi sejak 2017, 2018, 2019, dan 2020 sekarang ini. Menurut Kustiono, hal itu menandakan Bupati Faida gagal mengemban amanah.

"Kami akan demo lagi hari Jumat ini dengan massa lebih besar. Dan akan terus bertambah sampai Bupati Jember lengser," ancamnya.

Diketahui, aksi demonstrasi berlangsung hingga tengah hari dan mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Suasana pun kondusif hingga para pendemo membubarkan diri, setelah melakukan aksinya. (ata/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...