Rabu, 01 April 2020 20:45

​APBD Bojonegoro Tinggi, Tapi Anggaran untuk Pendidikan Rendah

Jumat, 17 Januari 2020 10:13 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Ekky Nurhadi
​APBD Bojonegoro Tinggi, Tapi Anggaran untuk Pendidikan Rendah
Salah satu sekolahan di Kecamatan Sumberejo gentengnya bolong serta temboknya retak-retak saat dipotret beberapa waktu lalu.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Meski dikenal sebagai kabupaten dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi nomor dua di Jawa Timur, ternyata persentase anggaran untuk pendidikan di Kabupaten Bojonegoro di luar transfer daerah terbilang sangat rendah. Bojonegoro hanya menempati urutan ke-26 dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Peneliti Poverty Resource Center (PRC) Initiative AW Syaiful Huda di Bojonegoro, Jumat (17/1/2020) menyebutkan, anggaran program urusan pendidikan Kabupaten Bojonegoro yang bersumber dari dana daerah atau di luar transfer daerah, persentasenya hanya 10.45 persen.

"Bojonegoro berada di urutan ke-26 dari kabupaten dan kota di Jatim," katanya menjelaskan.

Pria yang biasa disapa Awe ini menjelaskan, berdasarkan data Neraca Pendidikan Daerah (NPD) yang dipublikasikan Kemendiknas menunjukkan, bahwasanya persentase anggaran program urusan pendidikan Kabupaten Bojonegoro di luar transfer daerah (APBD Murni) pada tahun 2019 hanya sebesar 10.45 persen.

Padahal di tahun 2018 sudah 12.49 persen, naik dibanding tahun sebelumnya, yang besarannya hanya sekitar 9.2 persen (2017). "Justru tahun 2019 menurun dibanding tahun 2018 yang sudah mencapai 12.49 persen," ujar Awe.

Bagi dia, peningkatan kualitas pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Bojonegoro sangat penting, karena akan berdampak signifikan dan menentukan pada masa depan daerah. Terlebih lagi, mengingat tingginya APBD Bojonegoro saat ini disebabkan tingginya penerimaan pendapatan dari sektor migas, salah satunya dari DBH (Dana Bagi Hasil) Migas.

Karenanya, peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Bojonegoro menjadi sangat penting dan mendesak, sebelum sumber daya migas yang dimiliki Bojonegoro mulai menipis.

"Apalagi kalau lihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro saat ini masih rendah, peringkatnya sama rendahnya dengan peringkat anggaran urusan pendidikan di luar transfer daerah, yakin urutan ke-26 dari 38 kabupaten dan kota di Jatim," jelas Awe.

Ia pun mencontohkan, ada beberapa ‘PR’ besar yang harus ditangani Pemda Bojonegoro di sektor pendidikan. Di antaranya permasalahan anak putus sekolah, pemerataan kualitas fasilitas sekolah maupun pendidik, banyaknya ruang kelas yang kondisinya rusak ringan maupun rusak berat, nilai rasio guru, sertifikasi lembaga dan pendidik, dan lain sebagainya.

"Pemerataan kualitas sekolah, baik kualitas tenaga pendidik maupun fasilitas sekolah, seperti media pembelajaran, perpustakaan, dan lain-lain," imbuhnya.

Ia berharap agar Pemkab Bojonegoro meningkatkan kualitas pembangunan sektor pendidikan, melakukan pemetaan akar permasalahan sektor pendidikan serta kebutuhan prioritasnya dan tidak kalah penting adalah dukungan anggaran untuk mewujudkan pemerataan kualitas sekolah, baik tenaga pendidik mapun fasilitas sekolah, baik di desa maupun di kota.

"Anggaran program urusan pendidikan harus ditingkatkan guna meningkatkan kualitas pembangunan sektor pendidikan di daerah, serta muwujudkan SDM yang unggul," pungkasnya. (eky/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...