Rabu, 12 Agustus 2020 13:06

Bantah Ada Kekerasan Seksual, Keluarga Besar Salah Satu Pesantren di Jombang Turun Jalan

Selasa, 14 Januari 2020 17:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Bantah Ada Kekerasan Seksual, Keluarga Besar Salah Satu Pesantren di Jombang Turun Jalan
Massa aksi dari keluarga besar pesantren saat menggelar aksi di depan Mapolres Jombang.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ratusan massa yang tergabung dalam keluarga besar salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Jombang, turun ke jalan, Selasa (14/1). Aksi mereka dikarenakan salah satu pengurus yang juga putra pengasuh ponpes tersandung kasus kekerasan seksual yang kini ditangani oleh Polres setempat.

Dengan membentangkan poster bertuliskan “Jangan Menyembunyikan Saksi, Jangan Menukar Kebenaran” dan lain-lain, ratusan massa aksi melakukan longmarch hingga berhenti di depan Mapolres Jombang.

Humas Pesantren, Mohammad Sholeh menuturkan, aksi turun jalan ini dilakukan agar kasus yang saat ini menjerat salah satu pengurus ponpes tidak diintervensi oleh pihak manapun. Sekalian untuk mengklarifikasi persoalan hukum yang dihadapi tersangka.

“Kami minta agar persoalan hukum tidak diintervensi secara negatif oleh pihak manapun,” ucapnya, Selasa (14/01/20).

Dari hasil audiensi dengan pihak kepolisian, lanjut Sholeh, pihak keluarga besar sudah mengetahui perkembangan proses hukum yang menyangkut salah satu pengurus ponpes tersebut. “Hasil audiensi terkait proses hukum nantinya akan kita sampaikan ke internal ponpes,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sholeh juga meminta agar banyaknya kabar yang tersebar di media sosial (medsos) terkait penetapan tersangka pengurus ponpes berinisial MSA tak diintervensi negatif.

“Pihak-pihak yang tidak berkepentingan terhadap persoalan ini, sebaiknya berdiam diri atau menahan diri. Sebab ini persoalan antar pribadi dan bukan untuk konsumsi publik,” imbuhnya.

(BACA JUGA: Aliansi Kota Santri Desak Polisi Segera Tangkap Putra Kiai Pelaku Kekerasan Seksual)

Saat disinggung terkait kasus kekerasan seksual yang menyeret salah satu pengurus ponpes tersebut, pihak keluarga besar membantah dan menyatakan kabar itu tidak benar. “Kami pihak keluarga besar membantah kasus ini, namun kami tetap mengikuti prosedur proses hukum yang berlaku,” tegas Sholeh.

Menurut Sholeh, kasus ini sudah diselesaikan secara internal ponpes. Akan tetapi ada pihak-pihak tertentu yang mengembangkan kasus ini sehingga menjadi kasus hukum. Sedangkan untuk penetapan tersangka oleh pihak kepolisian, keluarga menyerahkan urusan tersebut ke pihak berwenang.

“Perkara ini sudah selesai di internal ponpes, masalah penetapan tersangka kita serahkan urusan tersebut pada pihak kepolisian,” terangnya.

Terpisah, Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiyono menegaskan, bahwa kedatangan massa dari keluarga besar pesantren ini bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait persoalan hukum yang menjerat salah satu pengurus ponpes.

“Kami jelaskan jika penanganan tindak pidana ini tidak ada pesanan dari pihak manapun. Kami sudah melakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” terangnya.

Dijelaskan Budi, mekanisme pihak kepolisian mulai dari adanya laporan dari korban, kemudian dilakukan gelar perkara secara eksternal dan internal. "Selanjutnya kami tetapkan sebagai tersangka dan pemanggilan terhadap tersangka, baik pemanggilan pertama dan kedua sudah kami layangkan. Tentunya mekanisme ini sudah kami lewati dari awal hingga akhir, hal itu yang kita jelskan pada perwakilan massa aksi unjuk rasa. Saat ini pihak kami masih terus melakukan penyidikan," pungkasnya.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...