Senin, 24 Februari 2020 17:33

Kejari Sampang akan Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyimpangan Dana Pemilu 2019

Minggu, 12 Januari 2020 18:45 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Bahri
Kejari Sampang akan Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyimpangan Dana Pemilu 2019
Kasi Pidsus Kejari Sampang, Edi Sutomo, S.H.

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri Sampang berjanji akan mengusut dugaan penyimpangan dana Pemilu Pilpres 2019 yang dilaporkan LSM Sekoci beberapa waktu lalu. Penegasan tersebut disampaikan Kasi Pidsus Edy Sutomo, S.H. saat audiensi dengan pengurus LSM Sekoci, Rabu (8/1) lalu.

Edy berjanji, pihaknya akan menguak siapa pihak-pihak penyelenggara Pemilu yang telah melakukan pemotongan hak anggota KPPS.

Dalam audiensi itu, pengurus PAC Sekoci Kecamatan Omben Ach. Ridoi juga mempertanyakan progres kasus pemotongan dana KPPS yang sudah berjalan delapan bulan, namun hingga kini belum naik ke tahap penyidikan untuk menetapkan tersangka.

"Kami dari Kecamatan Omben bersama pengurus lainnya yang mengawal dan malaporkan kasus ini, mendapat tudingan miring, bahwa kami sudah disogok 86, sehingga kasus ini mandek," terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan Moh. Tohir, pengurus PAC Kecamatan Kedungdung. Ia menganggap turunnya pihak Kejaksaan bersama LSM Sekoci dengan melakukan pemeriksaan seakan percuma dan sekadar lips servis.

"Agar kasus transparan tidak ada dusta, kami minta pihak kejaksaan serius untuk mengusus kasus ini. Karena anggota KPPS yang jadi korban pemotongan terus menagih kami sebagai pelapor," ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kasi Pidsus Edy Sutomo, S.H. membantah keras bahwa pengungkapan kasus dugaan korupsi dana Pilpres 2019 mandek. Ia mengungkapkan, kejaksaan telah memeriksa beberapa pihak, di antaranya 7 anggota Komisioner KPU, Ketua dan Anggota PPK di 14 Kecamatan, serta pihak PPS.

"Pihak penyelenggara Pemilu seperti KPU, PPK, dan PPS sudah kita periksa untuk dimintai keterangannya. Namun, untuk anggota KPPS yang jumlahnya cukup besar yaitu sebanyak 25.712 orang, memang belum, karena perlu waktu," ucapnya.

Namun demikian, pihaknya berjanji akan terus mengusut kasus ini. Salah satunya dengan cara membentuk tim khusus yang akan melakukan penyelidikan di tiap kecamatan.

"Kami minta LSM Sekoci terus membantu dan mengawal kasus ini, karena untuk bisa membuktikan dugaan korupsi berjamaah ini perlu pihak-pihak lain, untuk memudahkan penyelidikan di bawah, " tandasnya. (hri/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...