Ny. Mince, salah seorang pemilik warung nasi lalapan di areal museum menunjukkan uang palsu yang didapatnya.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Menjelang hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Probolinggo Kota mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap peredaran uang palsu (upal).
"Antisipasi upal ini menjadi salah satu target Operasi Lilin," tandas Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Nanang Fendi kepada wartawan, Jumat (20/12).
BACA JUGA:
- Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, Satreskrim Polres Probolinggo Raih Penghargaan dari Kapolda Jatim
- Polres Probolinggo Tangkap 7 Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi di Lima Lokasi
- Resahkan Warga, Puluhan Motor Balap Liar di Probolinggo Diangkut Polisi Saat Operasi Subuh
- Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, Polres Probolinggo Amankan 67 Motor Balap Liar
Guna mengantisipasi maraknya peredaran upal tersebut, masyarakat diminta lebih berhati-hati. "Diterawang atau diraba dulu untuk memastikan uang itu palsu atau tidak," kata AKP Nanang Fendi.
Sementara itu, Ny. Mince, salah seorang pemilik warung nasi lalapan di areal museum menjadi salah satu korban peredaran uang palsu. Dia mendapatkannya dari seorang pembeli yang tidak diketahui indentitasnya. Upal itu pecahan uang kertas Rp 50.000.
"Saya dapatnya dari seorang pembeli," akuinya sambil menunjukkan pecahan uang kertas itu.
Diketahuinya uang itu palsu, saat dia hendak kulakan beras di salah satu toko. "Saya tidak tahu kalau pecahan uang kertas itu palsu," pungkasnya. (prb1/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




