Selasa, 25 Februari 2020 19:16

Jelang Akhir Tahun, Ribuan TPOK di Kota Malang Harap-harap Cemas Tunggu Kepastian Nasib

Rabu, 18 Desember 2019 18:32 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Jelang Akhir Tahun, Ribuan TPOK di Kota Malang Harap-harap Cemas Tunggu Kepastian Nasib
Setiyoko, Sekretaris BKD Kota Malang.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Bulan Desember tahun 2019 ini, Tenaga Pendukung Operasional Kegiatan (TPOK) di Kota Malang yang jumlahnya mencapai ribuan harap-harap cemas. Sebab, keberadaan mereka akan terus dikurangi tiap tahunnya, hingga tahun 2023.

Hal ini membuat mereka galau memikirkan nasibnya, apakah bisa bertahan atau tergantikan dengan orang yang baru.

"Kami belum bisa memastikan mas, di tahun 2020 masih bisa bekerja di sini atau tidak. Pastinya masih menunggu petunjuk dari Kepala OPD," ucap salah satu TPOK di salah OPD Pemkot Malang, Rabu (18/12).

"Biasanya jika sudah bulan Desember, kami diperintahkan untuk mengumpulkan berkas permohonan baru. Tapi saat ini kok diam aja, gak ada perintah," imbuh pria muda ini.

Menurutnya, hampir seluruh TPOK di Kota Malang meresahkan hal ini. "Jika gak kerja, apa yang bisa buat nafkah nantinya," tutur pria berusia 27 tahun ini.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang Setiyoko menjelaskan bahwa TPOK diataur dalam PP nomor 49 tahun 2018, tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

"Khususnya pasal 99 ayat 1, intinya di situ dijelaskan bahwa pemda diberikan kesempatan dalam waktu lima tahun terakhir. Jika PP itu diberlakukan pada tahun 2018, maka batas terakhir menggunakan TPOK yakni pada tahun 2023," jelas Setiyoko.

Menurutnya, dalam praktiknya saat ini Pemda diberikan pilihan, mau mengurangi atau merekrut tenaga baru sesuai assessment OPD masing-masing, menyesuaikan budget anggaran.

"Kami dari BKD secara kewenangan tidak ada, baik pengaturan maupun tentang rekrutmennya. Semuanya tergantung dari kebutuhan OPD masing-masing," pungkasnya. (iwa/thu/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...