Suasana bersholawat bareng yang digelar oleh Banser di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (14/12/2019) malam.
Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho mengapresiasi kegiatan Banser bersama TNI-Polri bersholawat ini. "Inilah wujud sinergitas kami dari Sidoarjo. Banser, TNI-Polri bersama masyarakat melalui sholawat kita memohon doa kepada Allah SWT, agar mendapatkan syafaat baginda Nabi Muhammad SAW untuk kedamaian NKRI dan kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo," kata lulusan Akpol 1997 ini.
Gus Miftah dalam ceramahnya menyampaikan wawasan ideologi pancasila. Dia menyebutkan, ideologi bisa menjadi pemersatu. Konsep tersebut mendapatkan dukungan dari para tokoh pendiri bangsa termasuk alim ulama.
Di Indonesia terdapat keberagaman dalam agama, suku, adat dan budaya. “Karena Pancasila itu bermakna berbeda-beda, tapi tetap satu,” katanya.
Dan itu menurut Gus Miftah terangkum menjadi satu dalam Pancasila. Tokoh-tokoh Indonesia termasuk para ulama juga menjadi ide terbentuknya Pancasila ini. “Karenanya jika ada yang menganggap Pancasila tak layak jadi ideologi bangsa kita, berarti mereka tidak menghargai jasa para pendiri bangsa termasuk alim ulama,” tegas Gus Miftah.
Terkait kegiatan Banser-TNI-Polri bersholawat di Gelora Delta Sidoarjo, Ketua PC GP Ansor Rizza Ali Faizin menjelaskan, sebagai wujud mencintai Indonesia lahir batin. "Dalam kesempatan ini kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kedamaian Negara kita melalui sholawat bersama. Semoga kedamaian dan keutuhan NKRI terus terjaga, serta Sidoarjo dan Indonesia senantiasa aman," pungkasnya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




