Senin, 21 September 2020 23:06

Fraksi Nasdem Minta DPUTR Gresik Blacklist Rekanan yang Tak Mampu Selesaikan Pekerjaan

Selasa, 10 Desember 2019 14:46 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Fraksi Nasdem Minta DPUTR Gresik Blacklist Rekanan yang Tak Mampu Selesaikan Pekerjaan
Anggota Komisi III DPRD Gresik Catur Dadang Rahardjo (F-Nasdem) dan M. Yunus (F-PPP) saat sidak ke lokasi proyek saluran air di sepanjang depan RSUD Ibnu Sina-Kantor Bupati Gresik, kemarin. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Anggota DPRD Gresik Fraksi Nasdem, Dadang Catur Rahardjo meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Gunawan Setijadi agar bersikap tegas terhadap rekanan yang tak mampu merampungkan pekerjaan sesuai kontrak.

"Sudah tak zamannya berupa sanksi denda. Namun, harus diberikan sanksi konkret berupa blacklist sebagai solusi tepat untuk menindak rekanan yang tak becus dalam menuntaskan pekerjaan," kata Dadang kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (10/12).

Sebab menurut Dadang, sejauh ini rekanan-rekanan yang pekerjaannya molor dari target, tetap enjoy. Mereka akan selalu bisa membayar denda, karena keuntungan yang mereka dapatkan masih lebih dari cukup. "Kan dendanya hanya per 1.000 per hari. Jika proyek nilainya Rp 1 miliar, maka dendanya Rp 1 juta per hari," ungkapnya.

Karena itu, jika sanksinya langsung berupa blacklist, Dadang yakin rekanan tak akan main-main mencari proyek di Gresik. "Kalau rekanan tak qualified, pasti tak akan berani cari kerjaan di Gresik jika dendanya blacklist," urai politikus asal Driyorejo ini.

Sanksi blacklist itu, lanjut Dadang, juga dimaksudkan agar DPUTR dan ULP lebih selektif dalam menentukan rekanan sebagai pemenang proyek. "Jadi, biar OPD terkait tak terkesan asal-asalan menentukan pemenang lelang," terangnya.

Pada kesempatan ini, Dadang juga mengungkapkan proyek pengerjaan saluran air di sepanjang depan RSUD Ibnu Sina-Kantor Bupati Gresik yang terindikasi menyalahi spesifikasi teknis (spek), mulai ukuran besi, hingga adonan untuk rabatan, dan cor. Fakta ini diketahui saat dirinya bersama M. Yunus (anggota F-PPP) melakukan sidak.

"Saya minta disesuaikan sesuai spek," tegasnya.

Dadang pesimis, proyek tersebut bisa rampung tepat waktu sesuai kontrak, yakni 20 Desember. "Kalau pada 20 Desember benar tak rampung, saya minta di-blacklist," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...