Jumat, 14 Agustus 2020 12:06

Dukung Program Pendidikan untuk Semua, Dispendikbud Bentuk Forum Komunikasi Komite Anak Istimewa

Senin, 09 Desember 2019 22:19 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Supardi
Dukung Program Pendidikan untuk Semua, Dispendikbud Bentuk Forum Komunikasi Komite Anak Istimewa
Sekretaris Daerah Kota Pasuruan Bahrul Ulum (tengah) saat membuka acara.

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) menyelenggarakan kegiatan sarasehan dan pembentukan forum komunikasi komite anak istimewa. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Pasuruan Bahrul Ulum, bertempat di Valencia dan Resto, Pasuruan, Senin (9/12).

Acara ini dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, narasumber dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, para wali murid peserta sarasehan, dan undangan lain.

Dalam sambutannya, Sekdakot mengatakan pendidikan inklusi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari program pendidikan untuk semua atau Education for All. "Hal ini bermakna, tidak boleh ada hambatan bagi masyarakat untuk mengakses dunia pendidikan. Tidak boleh karena alasan ekonomi, keterbatasan panca indera, kemudian anak tidak bisa sekolah. Semuanya harus sekolah dan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah harus menyediakannya," katanya.

Dalam rangka menyukseskan program pendidikan inklusif di sekolah, perlu dijalin hubungan silaturahim dengan orang tua siswa. Sebagai bentuk upaya tersebut, Pemerintah Kota Pasuruan memfasilitasi terbentuknya komunitas orang tua peserta didik berkebutuhan khusus.

Komunitas ini berfungsi untuk mewadahi aspirasi dan konsultasi orang tua siswa mengenai peserta didik berkebutuhan khusus. Keberadaan komunitas orang tua inklusif tersebut, sangat membantu keberlangsungan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

"Diharapkan kepada OPD terkait agar mendukung pelaksanaan program pendidikan inklusi ini. Semoga dengan dilaksanakan pendidikan inklusi, dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi kemajuan pendidikan di Kota Pasuruan, dan menjadi salah satu awal bagi terbentuknya tunas-tunas bangsa yang berpotensi," pungkas Sekdakot.

Menurut Plt. Kepala Dispendikbud Siti Zuniati, kegiatan sarasehan ini diikuti oleh 150 wali murid jenjang KB/TK, SD, dan SMP. Kegiatan sarasehan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons dari keinginan para orangtua peserta didik berkebutuhan khusus, agar ada wadah dari para wali murid untuk saling berkomunikasi dan saling mengedukasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pasuruan.

"Dengan terbentuknya forum komunikasi komite anak istimewa sebagai suatu organisasi masyarakat sekolah, diharapkan dapat mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan, serta meningkatkan tanggungjawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan," tuturnya. (par/rev) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...