Sabtu, 11 Juli 2020 04:28

Ganasnya Bullying dan Cyberbullying

Sabtu, 07 Desember 2019 11:07 WIB
Editor: Redaksi
Ganasnya Bullying dan Cyberbullying
Ilustrasi. foto: South China Morning Post

Oleh: Ulfia Setyaning Wahyu*

Bullying dan Cyberbullying adalah dua masalah utama yang dimiliki remaja dan orang dewasa muda. Kedua hal ini tidak sama, tetapi sebenarnya saling berkaitan satu sama lain. Banyak orang yang melakukan bunuh diri setiap tahun hanya karena masalah ini.

Bullying maupun cyberbullying dapat terjadi di mana saja. Bedanya, bullying terjadi di dunia nyata, sedangkan cyberbullying terjadi di dunia maya, utamanya di media sosial (medsos). Sebagian orang menganggap bullying adalah hal yang wajar dalam pertemanan.

Bullying sendiri bukanlah masalah yang baru dan sudah terjadi sejak lama. Istilah bullying sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu “bull” yang berarti banteng. Secara etimologis kata “bully” berarti gertakan, seseorang yang mengganggu yang lemah. Penindasan dalam bahasa Indonesia disebut “menyakat” yang berarti mengusik, mengganggu, dan menghalangi orang lain (Wiyani, 2012).

Kunci penting jika Anda sedang diganggu, berbicara lah dengan seseorang tentang hal tersebut, jangan menyimpan masalah tersebut untuk diri sendiri.

Khusus cyberbullying, saat ini sedang marak terjadi di banyak sosial media. Tidak hanya Instagram, Facebook, tetapi juga dalam obrolan, pesan instan, dan email, dan papan pesan. Karena itu, sangat penting untuk berpikir sebelum Anda memposting sesuatu pribadi tentang diri Anda secara online. Hal yang sama berlaku jika Anda sedang diganggu di kampus sekolah. Bicaralah dengan seseorang tentang hal itu. Anda juga bisa curhat ke teman terdekat anda yang dirasa aman untuk berkeluh kesah.

Terdapat beberapa kasus bullying di tahun 2019. Di antaranya, seorang siswa di Pekanbaru SMP Negeri 38, FA yang menjadi korban penganiyaan oleh temannya sendiri . Kasus itu terjadi saat jam pelajaran berlangsung, Selasa (5/11/2019) pukul 11.00 WIB.

Kejadian tersebut berawal dari bercanda, yang kemudian berujung penganiayaan. Pelaku,memukul korban dengan bingkai foto. Kemudian, para pelaku menarik kepala korban lalu dihantukkan ke bagian lutut, hingga korban mengalami patah hidung. Sayangnya, saat terjadi keributan, guru yang ada di depan tengah asyik bermain handphone. (kompas.com)

Beberapa artis juga menjadi korban bullying, bahkan sampai ada yang mengakhiri hidupnya karena hal tersebut. Sulli eks girl group f(x) ditemukan meninggal dunia di apartemennya daerah Seongnam, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan pada Senin (14/10/2019) pukul 03.21 p.m KST. Belum diketahui secara pasti apa penyebab meninggalnya Sulli. Tapi ada dugaan karena cyberbullying hingga mengakibatkan Sulli depresi dan bunuh diri. (tirto.id)

Kasus lain yang serupa, yaitu Jonghyun personil boy band Shinee. Ia juga mengakhiri hidupnya karena depresi akibat cyberbullying, dan masih banyak lagi kasus bullying maupun cyber bullying lainya.

Seseorang yang menjadi korban bullying baik secara langsung maupun melalui dunia maya dapat mengalami stres dan depresi. Mereka dapat menjadi kehilangan arah, dan mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk masalah tersebut. Pada saat itulah, korban bullying maupun cyberbullying tidak mempercayai siapapun, mereka merasa kesepian. Hal terburuk yang terjadi, yaitu mengakhiri hidup.

Bullying dan cyberbullying tidak peduli umur, usia, jenis kelamin si korban. Di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, maupun perguruan tinggi, hal tersebut dapat terjadi. Seorang pelaku bullying bakal berpikir: akan lebih baik jika yang mereka ganggu tidak ada di sini. Saya tahu, jika seorang korban masih tetap di sini, mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik jika orang yang membully mendapat beberapa hukuman setimpal dengan apa yang dia buat.

Orang tua dan guru perlu lebih sadar dengan masalah bullying ini. Tidak peduli apakah itu melalui dunia maya, di sekolah, atau di lingkungan sekitar. Jika seorang guru atau siapa pun melihat seseorang di-bully, segera laporkan masalah tersebut kepada kepala sekolah agar orang yang mengganggu tersebut diberi pengertian tentang apa yang telah diperbuat, dan memberi tahu kepada pengganggu tentang bahaya yang akan terjadi dari hal itu. Begitu pula jika orang tua tau bahwa anaknya diganggu, mereka harus melakukan sesuatu tentang hal itu.

Ini juga berlaku bagi seseorang yang menggunakan komputer, ponsel, atau perangkat lain. Jika kamu melihat postingan negatif tentang kamu, hal terbaik yang harus kamu lakukan yaitu berbicara kepada teman, keluarga, atau siapa pun tentang hal ini. Hal lain yang dapat kamu lakukan yaitu dengan menghapus komentar negatif itu. Dengan cara itu, kamu tidak akan melihat postingan tersebut. Cara lain yaitu dengan bersikap acuh dengan komentar tersebut. Tanamkan pada diri sendiri, orang yang menulis komentar jahat atau melakukan bullying tidak lebih baik dari kamu.

Inilah sebenarnya mengapa bullying dan cyberbullying perlu memiliki hukum yang lebih tegas dan lebih jelas. Banyak orang yang tidak bersalah membunuh diri mereka sendiri hanya karena ini. Ini sangat penting bahwa setiap orang mengikuti aturan ketika mereka membuat account pada setiap jaringan sosial. Tidak ada cukup hukuman yang terjadi pada si pelaku bullying.

*Penulis adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jurusan Teknologi Pendidikan.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...