Rabu, 15 Juli 2020 06:38

Kaki Lumpuh, Nenek di Ngrambe Ngawi Nekat Akhiri Hidup di Blandar

Kamis, 05 Desember 2019 21:45 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Kaki Lumpuh, Nenek di Ngrambe Ngawi Nekat Akhiri Hidup di Blandar
Petugas sedang menunjuk blandar yang dipakai korban gantung diri.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Manisharjo, Kec. Ngrambe, Ngawi dihebohkan dengan meninggalnya Pariyem (77), pada Kamis (05/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pasangan suami istri (pasutri) Jimin (77) yang hidup bersama istrinya Pariyem semula tidak menampakkan keanehan dalam kehidupan setiap hari. Pasutri yang telah lanjut usia tersebut menurut warga desa setempat nampak harmonis dan bahagia, walaupun Pariyem menderita kelumpuhan pada kakinya setelah beberapa tahun terakhir.

Namun pada Kamis pagi, Dusun Srikaton, Desa Manisharjo, Kec. Ngrambe geger karena teriakan Jimin tatkala melihat Pariyem dengan kondisi tergantung tidak bernyawa di kayu blandar (balok kayu) depan rumah (teras). 

Saat itu sekitar pukul 09.00 WIB, Jimin hendak keluar rumah kaget dengan keadaan istri tercintanya dalam posisi tergantung di teras rumahnya. Yang secara spontan dia pun berteriak kaget dan meminta tolong pada warga sekitar.

Yang selanjutnya teriakan Jimin didengar oleh Purwadi (56) warga desa setempat yang sedang menggarap sawah tidak jauh dari rumah Jimin. Mendengar teriakan dari suami Pariyem selanjutnya Purwadi mendatangi rumah korban dan setelah mengecek nadi tangan korban sudah tidak berdenyut.

Akhirnya dia melaporkan pada perangkat desa setempat, sehingga warga sekitarpun berdatangan melihat kondisi nenek yang sedang mengalami lumpuh pada kakinya.

"Berawal dari laporan warga bahwa korban diketahui meninggal karena gantung diri. Setelah dicek memang benar ciri-ciri dari gantung diri dan di tubuh korban tidak ditemukan bekas penganiayaan," jelas Kapolsek Ngrambe AKP Budianto.

Diduga kenekatan nenek tersebut mengakhiri hidupnya dengan gantung diri disebabkan sakit lumpuhnya tidak kunjung sembuh. Karena dari pihak keluarga telah menerima kematian korban yang selanjutnya jenazah korban diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan secepatnya. (nal/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...