Senin, 03 Agustus 2020 16:59

Cegah Kebocoran Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Pasang 200 Perekam Transaksi

Rabu, 04 Desember 2019 10:08 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Mustain
Cegah Kebocoran Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Pasang 200 Perekam Transaksi
POSE BERSAMA: Bupati dan Wabup pose dengan Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan saat Sosialisasi Pencegahan Korupsi, Selasa (3/12). foto: ist

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pemkab Sidoarjo bakal memasang 200 alat perekam atau pemantau transaksi obyek pajak daerah. Langkah itu upaya mencegah kebocoran sehingga bisa menaikkan pendapatan pajak daerah di tahun 2020.

"Tiap obyek pajak akan dipasang alat perekam transaksi, tujuannya mencegah kebocoran. Tahap pertama akan kita pasang 200 titik obyek pajak," cetus Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo Joko Santosa saat sosialisasi di RM Handayani KNV, Selasa (3/12).

Di acara Sosialiasi Program Pencegahan Korupsi Dan Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah Melalui Pemasangan Alat Perekam Transaksi Obyek Pajak ini, ratusan pengusaha hotel, restoran, hiburan dan pengusaha parkir diundang oleh BPPD Sidoarjo.

BPPD Sidoarjo sudah bekerja sama dengan Bank Jatim, nantinya pajak yang terpotong secara otomatis tersebut akan masuk langsung ke rekening kas daerah. Tahun 2019 target pajak daerah 1 triliun 9 miliar, akhir November penerimaan pajak daerah sudah mencapai 950 milar rupiah.

"Realisasi pajak daerah tahun 2018 sebesar 961 miliar lebih. Telah menyumbang 56,56 persen dari realisasi penerimaan pendapatan daerah tahun 2018 sebesar 1,7 rupiah lebih," ungkap Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah.

Dengan adanya alat perekam transaksi, Pemkab dan pengusaha dapat memantau omset dan besaran pajak yang harus dibayarkan.

"Pemasangan alat perekam transaksi ini akan mewujudkan transparansi dalam pemungutan pajak, pengusaha dan pemda bisa sama-sama mengetahui, nantinya seluruh obyek pajak hotel, restoran dan usaha hiburan akan dipasang alat perekam," ungkap Bupati.

Dalam acara tersebut, Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan hadir bersama Koordinator Wilayah VI Koordinasi dan Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI, Asep Rahmat Suanda.

Basaria mengatakan KPK membantu pemerintah daerah, salah satu action plan-nya yang dibantu adalah bagaimana para kepala daerah meningkatkan pendapatan daerahnya. "Salah satunya meningkatkan pajak, khususnya pajak hotel dan restoran”, kata Basaria usai memberikan pengarahan pada ratusan pengusahan hotel dan restoran.

Secara real time akan bisa dipantau pendapatan pajak , lanjut Basaria, para pengusaha tidak perlu khawatir karena ini hanya mengambil pajak yang diberikan masyarakat ke mereka (hotel dan restoran).

“Transparansi ini harus kita coba dengan benar, biar pengusaha bekerja dengan baik, tidak boleh lagi ada yang minta-minta di luar pajak yang harus dibayarkan," tandasnya.

Basaria juga mengapresiasi dan mendukung langkah Pemkab Sidoarjo dalam penerapan pemasangan alat perekam transaksi. Menurut dia, pemasangan alat perekam transaksi akan mencegah terjadinya korupsi. (sta/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...